Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Perbekel Keracunan Coolant Didatangi Manajemen Distribusi

12 Desember 2018, 20: 53: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Perbekel Keracunan Coolant Didatangi Manajemen Distribusi

GALI INFORMASI: Loka POM Buleleng saat menggali informasi di warung milik Luh Purnamiasih, penjual Coolant yang membuat Perbekel Jinengdalem keracunan. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Loka POM Buleleng mendatangi kediaman Perbekel Jinengdalem, Ketut Ardika di Dusun Gambang, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Rabu (12/12) pagi. Mereka menggali keterangan atas insiden keracunan yang dialami Ardika setelah menenggak minuman isotonik jenis Coolant, pada Selasa (11/12) sekira pukul 08.30 wita lalu.

Kepada petugas loka POM, Ardika menjelaskan jika dirinya memang sering meminum Coolant untuk melepas dahaga. Bahkan dia mengaku hafal betul rasanya. Namun, minuman yang ia tenggak itu memang tidak seperti biasanya. Ardika menyebut baunya sangat menyengat, mirip seperti cairan Thinner (pencampur cat,Red) dan beraroma seperti lem pipa.

“Saat dibuka segelnya masih utuh. Tidak curiga, makanya langsung diminum. Baru masuk ke tenggorokan, rasanya panas, bau lem pipa dan seperti Thinner. Reaksinya begitu cepat, saya muntah dan mual-mual. Secepatnya dibawa ke RSUD Buleleng. Tetapi sekitar jam 13.00 Wita sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Tidak rawat inap,” tutur Ardika kepada petugas Loka POM  Buleleng.

Lanjutnya, sepulangnya dari rumah sakit, pada Senin malam pihak manajemen Coolant Distribusi Bali menyambangi rumahnya. Mereka menanyakan kondisi kesehatannya pasca menjalani perawatan medis. Kepada dirinya, manajemen Coolant dari Jakarta akan dikabarkan mendatangi rumahnya pada Jumat (14/12) besok.

“Saya sempat ditanya kondisi kesehatannya bagimana? Biaya pengobatannya bagaimana? Nah saya jawab, saya berobat pakai BPJS. Sekrang kondisi sudah pulih. Tetapi kalau ada sesuatu hal yang aneh pada tubuhnya diminta secepatnya berkoordinasi kepada pihak coolant,” imbuhnya.

Meski kondisinya sudah pulih, namun perasaan khawatir masih menghantui Ardika. Sebab, saat baru bangun pada Rabu pagi, kedua matanya mengeluarkan belek (kotoran, Red) yang sangat banyak dan tidak seperti biasanya. Pihaknya pun mengaku intens berkomunikasi dengan dokter yang menanganinya saat menjalani perawatan medis di RSUD Buleleng.

Setelah menggali informasi dari Ardika, petugas Loka Pom yang dipimpin Pengawas Lapangan, I Gusti Ketut Rahadi juga mendatangi warung milik Luh Purnamiasih. Di warung kelontong inilah Perbekel Ardika membeli minuman pembawa petaka tersebut.

Kepada pengawas Loka POM, Purnamiasih mengaku jika minuman itu ia beli dari seorang sales yang kerap menjajakan barang dagangan di wilayah Jinengdalem dengan membawa mobil box. Setiap minggunya, sedikitnya Purnamiasih membeli enam botol Coolant bersama barang lainnya untuk ia jual kembali di warungnya.

“Belinya sekitar 10 hari lalu. Saya beli 6 botol. Kalau pak Mekel (korban Ardika, Red) sering belinya. Saya yang mengambilkan dari dalam kulkas. Kondisinya masih tersegel, dan tidak aneh warnanya,” akunya kepada Loka POM.

Atas sejumlah keterangan itu, Loka POM mengaku belum berani menyimpulkan. Terlebih produk minuman tidak ditemukan diwarung itu lantaran sudah disita oleh kepolisian. “Belum bisa disimpulkan. Karena kami belum menemukan produk. Kalau produk kami temukan, akan kami cari nomor yang sama. Dimanapun itu akan kami cari. Jadi mohon bersabar dulu,” singkat Rahadi.

Di sisi lain, pihak kepolisian belum mengirim barang bukti minuman coolant ke Lab Forensik Denpasar. Pun demikian, kepolisian juga belum berani memastikan apakah korban mengalami keracunan atau tidak.

“Besok (hari ini, Red) akan kami kirim sampelnya ke Lab Forensik. Kita tunggu hasilnya. Kalau ditemukan kandungan yang membuat muntah-muntah baru kami bisa simpulkan,” ujar Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya.

Saat ini polisi setidaknya sudah memeriksa 4 orang saksi. Namun tidak menutup kemungkinan, polisi akan menggali keterangan dari sales yang menjual minuman itu di warung Luh Purnamiasih.“Kami kembangkan lagi. Tidak menutup kemungkinan juga salesnya. Ini kan masih proses penyelidikan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Perbekel Jinengdalem, Ketut Ardika, 48 dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng,  Selasa (11/12) sekira pukul  09.00 Wita. Badan Ardika lemas disertai muntah-muntah akibat keracunan seusai menenggak minuman isotonik jenis Coolant yang ia beli di warung keponakannya, di Dusun Gambang, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng.

Reaksi yang cepat membuat badan Ardika lemas seuasai menenggak coolant. Ardika langsung dilarikan ke IGD RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung tim medis segera memberikan penanganan. Sehingga kondisi korban sudah pulih. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia