Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Cok Ace ke Tiongkok, Wisata Murah Rp 600 Ribu Menjadi Rp 11 Juta

13 Desember 2018, 09: 32: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Cok Ace ke Tiongkok, Wisata Murah Rp 600 Ribu Menjadi Rp 11 Juta

MEMBAWA HASIL: Wagub Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, memimpin Sales Mission ke Tiongkok (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Setelah Gubernur Bali Wayan Koster bertemu dengan Konjen Tiongkok di Bali. Akhirnya Wagub Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, memimpin sales mission ke Tiongkok. Sudah kembali ke Bali beberapa waktu lalu, dan baginya hasilnya luar biasa bagus. Dia memastikan tidak ada lagi pariwisata murah ke Bali, jika sebelum dengan permainan subsidi jual beli kepala dengan Rp 600 ribu bisa ke Bali, sekarang sampai Rp 11 juta.

Cok Ace mengatakan, setelah adanya penutupan toko-toko jaringan mafia Tiongkok yang sempat berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan negeri tirai bambu. Dengan adanya sales mission, kunjungan wisatawan Tiongkok diyakini akan kembali pulih. Bahkan meningkat dari segi kuantitas dan kualitas.

Bahkan Cok Ace menyebut sangat positif hasilnya. “Yang sangat penting bagi kita di Bali, supaya bisa memberikan pemahaman kepada mereka bahwa apa yang mereka bayar murah tidak baik untuk mereka,” ujar mantan Bupati Gianyar ini kemarin.

Fenomena yang sempat terjadi di Bali, menurut Cok Ace, wisatawan Tiongkok akhirnya tidak bisa melihat Bali secara utuh. Bukannya menikmati pariwisata murah, tapi justru menghabiskan uang melebihi apa yang seharusnya mereka bayar karena harus dipaksa belanja ke jaringan toko mafia Tiongkok. Mereka juga menggunakan uang tidak pada tempatnya dan hanya berbelanja. Produk yang dibeli di Bali bahkan berasal dari Tiongkok. “Jadi murah bayarnya, namun setelah di Bali malah menghabiskan uang lebih banyak. Mereka juga belanja malah barang – barang dari Tiongkok, itu kami jelaskan detail. Mereka paham, dan astungkara tanggal 13 besok (hari ini) sudah ada penerbangan baru lagi, meningkat penerbangannya,” kata Wagub berkumis tebal ini.

Cok Ace menambahkan, penerbangan ke Bali yang dibuka lewat Hongkong bahkan langsung sold out di tanggal 16 Desember. Kalau dulu harga paket wisata ke Bali hanya Rp 900 ribu, bahkan Rp 600 ribu, bahkan sempat menjual Bali Rp 200 ribu dengan tiket pesawat PP, kemudian hotel selama 5 hari. Sekarang sudah naik menjadi sekitar Rp 11 juta. “Saat ini Rp 11 juta untuk bisa ke Bali, jadi pola – pola permainan itu tidak ada lagi,” sambungnya.

“Dan ada tagline yang sangat menarik sekali, no entry shop. Itu sudah menjadi gaya hidup mereka, ke Bali bukan untuk belanja. Artinya tidak dipaksa untuk masuk ke toko-toko itu lagi, jadi mereka akan tahu Bali secara utuh, ini yang akan membuat mereka datang ke Bali lagi,” imbuh Wakil Gubernur yang jago menari Rangda ini.

Di sisi lain, Cok Ace mengakui Bali masih memiliki problem pada guide tour. Pihaknya sudah membicarakan masalah ini dengan Rektor UNHI yang menekankan pendidikan tinggi di bidang budaya dan agama. Kalau mau berpartisipasi di bidang industri budaya pariwisata, tentu SDM UNHI bisa diarahkan untuk menjadi tour leader, guide, atau membuka travel agent yang sangat paham dengan budaya. “Kalau orang Bali pemandunya, kurang bahasa tapi paham budaya ajari bahasanya. Kalau orang luar Bali, bahasanya bagus, nanti ajari pemahaman tentang budayanya. Itu akan kami lakukan,” pungkasnya.

Seperti halnya berita sebelumnya terkuak bahwa ada permainan orang mafia Tiongkok di Bali, orang Tiongkok membangun jaringan toko. Kemudian mensubsidi wisatawan Tiongkok datang ke Bali, namun setelah di Bali dipaksa belanja bahkan jika tidak mau dicaci maki. Atas fakta ini, akhirnya DPRD Bali mengeluarkan rekomendasi agar Gubernur menutup jaringan Toko yang berizin ataupun yang tidak berizin. Koster akhirnya mengeluarkan perintah penutupan, kemudian Kosterjuga mendapatkan dukungan dari Konjen Tiongkok. Dan akhirnya Cok Ace memimpin tim ke Tiongkok untuk melakukan sale mission.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia