Senin, 19 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali
Pemuteran Bay Festival

Ajang Pecinta Wisata Bahari Jelajahi Pesona Laut Pemuteran

14 Desember 2018, 11: 04: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ajang Pecinta Wisata Bahari Jelajahi Pesona Laut Pemuteran

MAGNET: Pemuteran Bay Festival diawali dengan menenggelamkan patung struktur Terumbu Karang Rwabhineda, yang diwujudkan dalam bentuk Barong dan Rangda. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA -  Pecinta wisata bahari benar-benar dimanjakan sejumlah festival bahari di Buleleng. Setelah sukses menggelar Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) di Bondalem, Kecamatan Tejakula, kini Dinas Pariwisata bersama sejumlah stake holder kembali menggeber Pemuteran Bay Festival di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Festival yang digelar selama tiga hari ini berlangsung sejak 12-15 Desember mendatang.

Pemuteran Bay Festival yang kedua tahun 2018 ini, mengusung tema The Spirit of Rwa Bhineda. Artinya, bagaimana perbedaan menghantarkan pariwisata Buleleng menuju pariwisata berkelanjutan. Tidak saja dengan pariwisata alam serta konservasi terumbu karangnya, namun juga dari sisi industri pariwisatanya.

Di hari pertama pembukaan, wisatawan diajak menikmati pemandangan panorama Pantai Pemuteran sambil menikmati aksi Gemar Makan Ikan 3.000 tusuk sate udang secara gratis. Pengujung juga disuguhkan atraksi secara simbolis memainkan topeng Barong yang berjumlah 10 topeng.


Yang tak kalah menariknya yang menjadi tontonan yang tak kalah serunya, saat prosesi pembukaan Pemuteran Bay Festival diawali dengan menenggelamkan patung struktur Terumbu Karang Rwabhineda yang dikemas dalam bentuk Barong dan Rangda, sebagai simbol dari dua perbedaan yang mampu menyeimbangkan kehidupan.


Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, dalam Pemuteran Bay Festival tahun ini tetap mengusung konservasi. Namun, dengan dua sisi yang berbeda digabungkan menjadi satu, yakni konservasi seni dan budaya serta konservasi lingkungan.“ Pemuteran Bay Festival betul - betul nanti menyatu. Buleleng memiliki panjang pantai 157,05 Km kita garap dengan konservasinya,” ujarnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), kemarin.
Sutrisna menambahkan, promosi yang dilakukan melalui komunikasi, publikasi dan kerjasama dengan beberapa agen, sehingga nantinya mampu mempromosikan pariwisata Buleleng dengan konsep yang strategis dan efisien.“Berdasarkan atas konsep atraksi, kita selalu melakukan promosi di tingkat nasional, regional, dan internasional,” jelasnya.


Konsep Rwabhineda yang dipakai dalam Pemuteran Bay Festival merupakan suatu simbolis keseimbangan alam Bali. “Koservasinya ini mengarah kepada dua tatanan, yaitu Rwabhineda. Oleh karena itu, inilah yang menjadi tolok ukur pariwisata di Kabupaten Buleleng,” imbuh Sutrisna.


Sementara itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana berharap, seluruh potensi, baik keindahan alam, budaya, dan atraksi-atraksi seperti festival ini, diharapkan Desa Pemuteran dapat menjadi magnet utama bagi Kabupaten Buleleng untuk menarik wisatawan yang selama ini penyebarannya masih terkonsentrasi di Bali Selatan, sehingga kesenjangan selama ini secara perlahan dapat diminimalkan. Di samping itu, dalam sebuah festival, atraksi seni dan budaya merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan pariwisata Bali Utara. “Kita telah mengelaborasi banyak sekali kesenian dan budaya yang ada di Bali Utara yang bisa kita angkat ke permukaan. Nantinya kita akan jadikan modal dalam gerak atraksi yang berlabel ini atraksi dari Buleleng,” katanya.


Dalam kesempatan terpisah, I Gusti Agung Bagus Mantra, salah seorang pelaku pariwisata di kawasan Pemuteran yang juga tokoh penggagas Pemuteran Bay Festival menjelaskan, diusungnya  konsep Rwabhineda sebagai refleksi untuk memperkuat jiwa keharmonisan dan keseimbangan. Menurut pria yang juga Ketua Yayasan Karang Lestari yang sudah mendapat  penghargaan nasional dan internasional ini, Rwabhineda diaplikasikan secara ikon budaya dalam pembuatan struktur terumbu karang Barong dan Rangda yang diresmikan 12 Desember dan ditenggelamkan ke laut 13 Desember, kemarin. "Wisatawan masyarakat pegiat konservasi dan divers dengan spirit kebersamaan, melepas struktur terumbu karang dengan teknologi Biorock. Struktur terumbu karang ini adalah struktur terumbu karang ke- 137 yang berada di bawah laut," pungkasnya.

Ditegaskan pria yang akrab disapa Gus Mantra ini, Pemuteran Bay Festival berlangsung, juga tidak terlepas  dari komitmen masyarakat Desa Pemuteran dan kebersamaan untuk melakukan konservasi lingkungan. Selain ingin mewujudkan Pemuteran sebagai tujuan wisata alternatif berbasis pemberdayaan masyarakat.


Bagi pengunjung yang hendak berakhir pekan di Pemuteran tentu tidak akan rugi. Sebab, di arena ini juga dimeriahkan  berbagai kegiatan seni dan budaya.  Seperti tradisi Gebug Ende, Joged Genjek, Yoga, Fun Bike, dan hiburan musik berbagai genre. Tentu akan sangat berkesan. Selain hiburan budaya, bagi generasi milenial yang getol berwirausaha akan diberikan seminar yang menghadirkan pembicara dari pengusaha sepatu asal Bali yang sudah Go International, yakni Ni Luh Djelantik dan Gede Bagus X Faktor.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia