Kamis, 24 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Kolom

Adu Program Kesehatan Prabowo dan Jokowi

Oleh: Ciptaning Larasati*

15 Desember 2018, 08: 15: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Adu Program Kesehatan Prabowo dan Jokowi

Ilustrasi (ISTIMEWA)

SEORANG pemimpin tentunya harus memenuhi sikap yang baik. Selain tegas, seorang pemimpin juga sangat di elu – elukan programnya dalam menangani kasus atau masalah vital yang terjadi di masyarakat bahkan negara. Pemimpin yang mampu menangani masalah negara dengan baik, bijak dan bebas dari penyimpangan tentunya menjadi kriteria utama yang dipilih masyarakat pada umumnya.

Terkait kriteria di atas, sedang gencar pemberitaan di masyarakat soal capres nomor urut 2 ini mengenai sikapnya yang apatis terhadap isu – isu kesehatan. Padahal, masalah kesehatan ini perlu ditangani dengan serius. Karena, sampai sekarang keberadaan masalahnya belum tuntas juga. Mulai dari pelayanan, biaya kesehatan yang cukup mahal, dan lain sebagainya yang sangat perlu dibenahi. Namun, berbeda dengan Prabowo yang justru terkesan cuek dan jauh dari isu ini.

Prabowo sendiri tak pernah terdengar beritanya aktif di bidang kesehatan. Padahal, masalah kesehatan ini dinilai vital untuk ditangani. Mengingat banyak sekali kejadian – kejadian yang kurang menyenangkan di dunia kesehatan yang harus dibenahi, baik sistem maupun prosesnya. Sebab, Indonesia termasuk negara yang tertinggal dibandingkan negara – negara lain pada sektor kesehatan ini. seharusnya, Prabowo mencontoh Presiden Jokowi yang fokus terhadap masalah kesehatan.

Mengapa kesehatan menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan, sebab kesehatan merupakan fakor penting yang kelak membangun suatu negara. Jika penduduk suatu negara warganya sehat, maka pembangunan lain akan turut terselesaikan dengan baik. Begitu sebaliknya, jika suatu negara penduduknya mengalami banyak kasus kesehatan seperti terjangkitnya wabah penyakit yang melanda dan mengancam nyawa, maka dipastikan banyak sektor pembangunan lain yang terbengkalai.

Oleh sebab itu, jika Indonesia ingin maju hendaknya mengedepankan program kesehatan yang baik. Dimulai dari pemimpin yang resposif terhadap masalah kesehatan yang ada. Sebab, sehat merupakan hak asasi setiap warga negara yang diatur dalam konstitusi Indonesia.

Terkait kepemimpinan yang seharusnya tanggap dengan isu kesehatan dianggap sangat penting, inilah fakta tentang kesehatan di Indonesia yang masih perlu penanganan serius. Contohnya adalah kasus gizi buruk di indonesia. Kita sebagai warga negara yang berpengalaman dan melek informasi tentunya tidak bisa menutup mata begitu saja dengan kasus ini. Banyak di pedalaman sana saudara kita masih mengalami masalah gizi buruk. Hal ini dinilai karena pemerataan ekonomi yang  tidak merata.

Gizi buruk bukan satu – satunya masalah kesehatan yang sedang terjadi di Indonesia, bagusnya kasus ini langsung sigap ditangani oleh Presiden Jokowi. Selain gizi buruk,transisi epidemiologi yang datang dari dua arah yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular juga turut menjadi masalah. Contoh kasus penyakit menular yang harus segera diperangi adalah demam berdarah, tubercolosis, malaria, cacingan dan masih banyak lagi.

Penyakit yang tidak menular contohnya kanker, stroke ginjal dari tahun ke tahun jumlahnya juga meningkat. Hal ini juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Namun, jika Perintahannya di pimpin oleh orang yang apatis terhadap kasus – kasus kesehatan apakah akan tuntas dan terselesaikan masalah kesehatan ini?

Presiden Jokowi saja yang sangat peduli terhadap isu ini masih perlu meningkatkannya lagi meskipun usaha beliau sudah maksimal. Sebab, kondisi alam dan pola hidup masyarakat kita kini lambat laun berubah. Jadi, penanganan kesehatan pun harus mampu mengikuti perubahan yang ada. Tidak sebatas menekuni kasus yang lama, namun harus sigap menangkal kasus penyakit yang kemungkinan akan muncul dengan melaksanakan berbagai pencegahan.

Dari kasus – kasus di atas, jelas terbukti kita membutuhkan pemimpin yang peduli terhadap masalah ini. Jika tidak, maka rakyat akan bernasib malang. Pasalnya, penyakit itu tidak mengenal siapa dan apa. Penyakit tidak hanya menjangkit kaum berduit, namun kaum – kaum alit juga sering mengidap penyakit – penyakit berat. Yang diketahui penyakit berat itu membutuhkan biaya yang mahal untuk menyembuhkannya. Pada masalah ini, tentunya seorang pemimpin harus tanggap dalam memberikan kebijakan. Bagaimana seorang pemimpin sanggup memberikan bantuan pelayanan untuk kaum alit tersebut dalam melawan penyakitnya.

Jika disinyalir Prabowo sangat acuh dan jauh terhadap masalah kesehatan ini, maka Prabowo terancam tidak terpilih di pilpres mendatang. Sebab, masyarakat akan berpihak pada pemimpin yang peduli terhadap kesehatan para rakyatnya. Lain dengan Jokowi yang sudah terbukti memberikan akses bagi keluarga miskin dalam berobat dan pelayanan kesehatan. Mereka diberi berbagai jaminan kesehatan dan diayomi kesehatannya. Sehingga terbukti di tahun kepemimpinan beliau masalah kesehatan di Indonesia teratasi dengan cukup baik.

Pemimpin yang peduli seperti itulah, yang kelak akan membawa Indonesia sehat. Mewujudkan generasi sehat dan berkepribadian sehat. Sebab, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Peribahasa itulah yang memantapkan kita untuk selalu hidup sehat. (*)

*) Penulis adalah Pemerhati kesehatan

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia