Selasa, 26 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diawali Suara Ledakan, Tiga Kapal di Benoa Terbakar

16 Desember 2018, 20: 33: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diawali Suara Ledakan, Tiga Kapal di Benoa Terbakar

TERBAKAR: Kondisi salah satu kapal yang terbakar di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar, Minggu (16/12). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Belum usai penyelidikan kejadian kebakaran kapal pada Juli 2018 lalu yang menghanguskan 43 kapal di Pelabuhan Barat Benoa Jalan Ikan Tuna IV Dermaga Barat, kini kembali terjadi peristiwa serupa. Sebanyak 3 kapal milik PT. Inti Mas terbakar pada Minggu (16/12) pukul 14.20.

Menurut keterangan sekuriti dermaga PT Inti Mas, Putu Putra Bargita saat di lokasi melihat api membesar sekitar pukul 15.00. Pihaknya menyampaikan kebakaran awal mula dari kapal Hiroyoshi 17 lalu merembet ke Mutiara 19 dan Hiroyoshi 6.

Sementara itu pedagang asongan yang berjualan di TKP Ibu Mia, menyampaikan bahwa saat itu dirinya hanya berjarak beberapa meter dari kapal yang terbakar. Sepengetahuannya bahwa api bermula dari Kapal Mutiara 19 dengan diawali ledakan. Melihat api membesar dan asap pekat mulai mengepul, saksi langsung lari terbirit-birit menjauh dari TKP dan menelpon suaminya.

"Ada suara dar der dor dari kapal Mutiara 19. Saya langsung lari ke sana, mojok. Pekat asapnya saya takut," jelas Mia.

Sementara salah satu ABK Kapal Mutiara 19, Bayu Adip menyampaikan bahwa saat itu ada sekitar 10 orang di dalam kapal Mutiara 19. Menurutnya kapal Mutiara 19 ini baru selesai melaut pada Minggu (25/11).

"ABK ada 20 orang. Tapi setengahnya yang ada di dalam, mereka sedang istirahat," ungkapnya.

Atas kejadian ini Kapolsek Benoa Kompol Made Sukerti, Dir Polair Polda Bali Kombespol Hadi Purnomo, Sat Reskrim Polresta Denpasar maupun dari TNI dan Polisi Militer mendatangi TKP kejadian.

Api sendiri dapat dipadamkan beberapa menit kemudian. Usai tim pemadam kebakaran mengerahkan armadanya, kondisi kapal yang tetbakar hanya di bagian buritan yang berbahan kayu dilapisi fiber. Sementara mesinnya masih bisa berfungsi normal.

Hal tersebut dibenarkan oleh pemilik PT Inti Mas, Amin. Kepada koran ini amin yang baru sampai lokasi usai kebakaran 3 kapalnya padam mengaku baru mengetahuinya. Pihaknya menegaskan bahwa kerugian yang dialaminya tidak lebih dati Rp 100 juta.

"Nggak sampai mesin. Mesinnya bisa, tinggal nguras dikit yang Mutiara 19 itu kasil oli jalan dah. Hanya kayu yang dilapisi fibernya saja," ungkapnya.

Amin sendiri menyampaikan bahwa salah satu kapalnya Hiroyoshi 6 akan berangkat melaut pada Selasa (18/12). Sementara Hiroyoshi 17 sudah keluar izinnya. Sedangkan Kapal Mutiara 19 masih dalam proses perpanjangan izin dan akan dilakukan perbaikan.

"Nggak tahu oramg buang putung rokok atau bagaimana. Karena sejak kejadian kapal terbakar lalu (kejadian Juli 2018) saya perintahkan jika tidak ada aktifitas listrik harus dimatikan," jelasnya.

Pihaknya masih mengucap syukur lantaran kejadian ini tidak memakan banyak korban. Terlebih lagi mesin kapal juga dalam kondisi mati saat itu. Posisi kapalnya saat itu Hiroyoshi 6 yang sandar di dermaga, lalu disebelahnya Mutiara 19 dan Hiroyosi 17.

Sementara itu Kapolsek Benoa Kompol Made Sukerti ditemui di TKP menyampaikan bahwa dari keterangan pihak di TKP mengaku sumber api dari Kapal Hiroyoshi 17 yang ditunggui satu ABK. Sementara di Kapal Mutiara 19 ada beberapa ABK.

"Keterangan sekuriti muncul api dari Hiroyoshi 17 yang ada satu ABK. Tapi masih kami dalami lebih lanjut keterangan saksi. Karena masih ada perbedaan," ucapnya.

Sebanyak 4 saksi yang telah diperiksa diantaranya 2 orang sekuriti dan 2 orang ABK. Kejadian ini disebutnya masih proses penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya.

Sukerti menyampaikan bahwa sudah berkoordinasi dengan instansi terkait bagaimana membenahi kondisi di TKP supaya tidak terjafi kebakaran lagi, meningkatkan patroli dan setiap perusaahaan harus memiliki odong-odong untuk menangani lebih awal bila terjadi kebakaran.

Sebelummya sembilan kapal ikan yang bersandar di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan dilalap si jago merah pada Senin malam (2/7) pukul 23.30. Dari sembilan kapal itu, empat kapal ludes terbakar, yakni Kapal Millenium Jaya, Jimmy Indah, Zulvana Jaya Baru dan Matsam.

Sedangkan 5 kapal lainnya hanya terbakar sebagian, yaitu Kapal Naga Mas, Samudra Tuna Nusantara 02, Golden Tuna, Samudra Tuna Nusantara 08 dan Makmur Jaya. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut.

Kebakaran kapal kemudian terjadi lagi pada Senin dini hari (9/7) pukul 02.15 yang menghanguskan 43 kapal. Kasus ini hingga sekarang masih dalam penyelidikan.

Kebakaran Kapal di Pelabuhan Benoa Selama 2018

1. Senin, 2 Juli 2018 pukul 23.30 tercatat 9 unit kapal

2. Senin, 7 Juli 2018 pukul 02.30 tercatat 43 unit kapal

3. Minggu, 16 Desember 2018 pukul 14.20 tercatat 3 unit kapal

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia