Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bali

10.000 Orang Ikuti Yoga Bersama di Lapangan Renon

16 Desember 2018, 22: 07: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

10.000 Orang Ikuti Yoga Bersama di Lapangan Renon

YOGA MASSAL: 10.000 peserta yang tengah mengikuti yoga massal dalam acara Gita Yoga di Renon, Minggu( 16/12). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Gita Yoga merupakan yoga massal yang dilakukan di pelataran utara Lapangan Niti Mandala Renon ini dihadiri 10.000 orang peserta. Tak hanya menggerakan tubuh, dalam acara ini juga dipaparkan pengetahuan mengenai yoga dan bhagawan Gita sebagai sumber kehidupan.

Secara umum lebih identik dengan gerakan olah tubuh dan pernapasan untuk memelihara kesehatan. Namun sebenarnya yoga bukan hanya sekedar gerakan olahraga, namun sebagai upaya pengendalian diri. Hal itu yang diungkapkan Ketua Perkumpulan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) Indonesia, Nengah Wijana, kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Minggu (16/12). Menurutnya berbagai jenis aktivitas yoga seperti Karma Yoga, Dhyana Yoga (Hata & Raja Yoga) dan Bhakti Yoga untuk mencapai Yang Maha Kuasa telah diuraikan secara terperinci dalam Bhagavad-gita.

"Ya kadang masyarakat tidak mengerti filosofi dan makna yoga yang diuraikan dalam kitan Bhagawan Gita. Di sana dijelaskan bahwa yoga itu merupakan gerakan yang disinkronisasikan dengan pernafasan dan fikiran yang terpusat dan tenang. Tujuannya sebagai salah satu cara melatih pengendalian diri," terangnya.

Selain itu ia juga menjelaskan dalam sloka Bg. 6.47 yoga memiliki arti pengendalian diri sejati. "Yoga sebenarnya adalah untuk belajar mengendalikan diri, indria-indria, dan berusaha untuk menghubungkan diri dengan Kepribadian Tuhan YME. Seperti dinyatakan didalam Bhagavad gita oleh Sri Krishna, Puncak dari semua yoga adalah Bhakti Yoga. Yoga untuk selalu mengingat dan mencintai Kepribadian Tuhan Tertinggi, Penguasa semua mistik yoga sesuai dengan sloka Bg. 6.47," tuturnya.

Hal itu disampaikan ketika Gita Yoga yang dihadiri 10.000 orang dari berbagai elemen masyarakat lintas agama, suku, ras, adat dan budaya dalam rangkaian Gita Jayanti Nasional (GJN) 2018 yang keempat memilih Bali sebagai tuan rumah untuk menggemakan hari pewahyuan Bhagavad-gita.

Kegiatan itu mengusung tema “Bersatu Bekerja Menuju Kejayaan NKRI”. Kata “Jaya” di sini sangat bermakna, sebab melingkupi kejayaan negara secara menyeluruh. Kegiatan tersebut berlangsung selama bulan November dan Desember 2018.

Hari pewahyuan Bhagavad-gita dikenal sebagai “Gita Jayanti” yang diperingati setiap tahunnya oleh jutaan orang di seluruh dunia pada hari ke-11 saat Shukla Paksha (bulan mati menuju purnama) pada bulan Margashirsh yang juga merupakan hari Ekadasi. Pada tahun 2018 ini, Gita Jayanti tahun ini jatuh pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2018.

Dalam merayakan hari disabdakannya Bhagavad- gita ke dunia ini pada perayaan Gita Jayanti, Perkumpulan ISKCON Indonesia di Indonesia membentuk kepanitiaan yang dinaungi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ajang Gita Yoga mampu mengajak para penggiat yoga untuk memelihara kesehatan tubuh, dan sekaligus beryoga untuk memuja Yang Maha Kuasa melalui Bhagavad-gita karena memiliki nilai-nilai universal.

Panitia juga mengajak para relawan untuk berkontribusi secara langsung ke masyarakat untuk memperkenalkan kitab suci dan buku-buku spiritual terkait Weda. Selama dua bulan kegiatan ini, para relawan telah mendistribusikan sebanyak 13.000 buku spiritual dan Bhagavad-gita kepada umat.

Pada kesempatan itu, menghimbau kepada para peserta Yoga bahwa pada tanggal 19 Desember 2018 adalah hari diwahyukannya Bhagavad-gita, yang dikenal sebagai Gita Jayanti. Pada saat Gita Jayanti, seluruh umat Hindu di dunia merayakan keagungan Bhagavad-gita dengan cara melakukan pemujaan maupun membaca sloka-sloka dalam Bhagavad-gita.

Acara Puncak Gita Jayanti Nasional merupakan acara terakhir dari seluruh rangkaian Gita Jayanti tahun 2018 ini. Acara puncak akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2018 di Gedung Citta Kelangen, Kampus ISI Denpasar. Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk bersimakrama bagi umat dari berbagai elemen masyarakat, dan mengundang Menteri Agama RI sebagai tamu kehormatan.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa GJN 2018 selaras dengan program pemerintah untuk mewujudkan Negara Indonesia yang aman, adil, dan makmur, yang dilandasi prinsip kekeluargaan dan gotong-royong.

Usaha untuk mencapai tujuan mulia ini telah disampaikan dalam Bhagavad-gita. Bhagavad-gita mengajarkan moralitas, pembentukan karakter, semangat juang, keinsafan diri, kejujuran, dan kerendahan hati.

Untuk itu, pihaknya turut membantu memberikan pemahaman, dan menumbuhkan kecintaan umat terhadap pentingnya membaca kesusasteraan suci (khususnya Bhagavad-gita) serta ikut melestarikan budaya nusantara dengan kearifan lokalnya.

“Saya berharap agar perayaan Gita Jayanti di tahun-tahun berikutnya dapat melibatkan lebih banyak pihak sehingga masyarakat luas dapat ikut merasakan manfaat dari kegiatan ini,” ujarnya.

Disamping itu, GJN 2018 telah melaksanakan Gita Edukasi (seminar, gita champion), Gita Aksi (Gita Yoga,  Bhakti Sosial), Gita Puja dan Pancak Gita Jayanti Nasional 2018.

Seminar tentang Bhagavad-gita sebagai pembuka dari seluruh rangkaian Gita Jayanti Nasional 2018 telah dilaksanakan pada tanggal 19 November 2018 yang bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Pembicara pada seminar tersebut adalah Bapak Dirjen Bimas Hindu kementerian Agama RI, Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketua World Hindu Parisad, dan Ketua Perkumpulan ISKCON.

Seluruh Pembicara mengharapkan agar mulai sejak dini umat Hindu mulai mempelajari kitab suci Weda, paling tidak membaca Bhagavad-gita untuk membentuk karakter umat yang dapat mendukung kejayaan NKRI.

Begitu juga dirangkai dengan berbagai perlombaan untuk para siswa dan umum, yang dikemas dengan nama Gita Champion, yang dilaksanakan pada tanggal 24 November 2018 bertempat di Kampus UNHI Denpasar.

Gita Champion terdiri dari perlombaan menghafal sloka Bhagavad-gita (kategori SD dan SMP), Dharma Wacana (kategori SMP dan SMA), serta menulis esai dan testimoni (kategori umum). Dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 200 orang untuk semua kategori, Gita Champion mendapat sambutan hangat dari para peserta dan pembina lomba.

Kegiatan Gita Champion diharapkan dapat terselenggara secara rutin setiap tahun dan menjadi pemicu generasi muda untuk mulai mempelajari kitab sucinya.

Pada kegiatan Gita Yoga tersebut dilakukan yoga bersama, pembagian makanan sehat, pemeriksaan kesehatan dan akupresur gratis, serta donor darah.

Acara juga dirangkai dengan pembagian ratusan doorprize secara khusus bagikan 1.000 buku Bhagavad-gita dan atraksi yoga dari Mahasiswa IHDN dan Pesraman. Kegiatan yoga akan dimulai pada pukul 05.30 WITA. "Jadi lewat rangkaian acara ini kami ingin mengedukasi masyarakat, agar mengerti tidak semata - mata menelan mentah mentah tanpa tau makna dari yoga itu sendiri," tandasnya. 

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia