Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Komponen Masyarakat Solo Serukan Pemilu Damai dan Bermartabat

20 Desember 2018, 14: 02: 55 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Komponen Masyarakat Solo Serukan Pemilu 2019 yang Damai dan Bermartabat

DEKLARASI – Deklarasi Anti Berita Hoax di Solo yang dihadiri komponen masyarakat, jurnalistik, dan mahasiswa, Kamis (20/12), melahirkan seruan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat dengan melawan hoax dan politisasi SARA. (ISTIMEWA / BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SOLO – Berbagai komponen masyarakat Solo bersama insan jurnalistik dan mahasiswa menyerukan Pemilu 2019 yang Damai dan Bermartabat dalam kegiatan Deklarasi Anti Berita Hoax.

Seruan itu muncul dalam diskusi media yang mengangkat tema “Peran Literasi Media Dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA untuk Pemilu yang Damai dan Bermartabat.” Diskusi itu berlangsung di Restoran Ndalem Lamisan, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (20/12).

Acara tersebut digagas oleh Forum Jurnalis Pesantren dan turut dihadiri sejumlah komponen masyarakat, mahasiswa, santri, akademisi dan para jurnalis media lokal maupun nasional.

Hafyz Marshal selaku Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksana karena keberadaan media sangat penting untuk mengawal Pemilu 2019 nanti. Terlebih, arus informasi saat ini sangat mudah diakses namun belum tentu kebenarannya.

“Dengan segala kemudahan akses media saat ini baik online dan media sosial yang belum tentu kebenarannya. Komunitas Jurnalis Pesantren bersama berbagai komponen masyarakat Jawa Tengah dalam hal ini mencoba ikut ambil bagian sebagai garda terdepan melawan hoax dan menangkal isu SARA demi terciptanya pemilu 2019 yang damai,” ujar Hafyz Marshal.

Di hadapan peserta kegiatan, dia melanjutkan, hal ini penting untuk menjamin keberlanjutan pembangunan nasional manusia Indonesia seutuhnya yang saat ini gencar dilakukan.

Dalam diskusi itu, tokoh masyarakat sekaligus dosen di Solo, Muhammad Fuad Zein, mengapresiasi acara deklarasi ini. Dia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi daerah lain sehingga menggelar kegiatan serupa dan menggaungkan pemilu damai dan bermartabat.

"Terutama dalam memberikan edukasi pentingnya pemilu yang damai. Pemilu yang berkualitas dan mencerdaskan masyarakat," kata Fuad Zein.

Senada dengan Fuad Zein, Khoirun Niam selaku akademisi dan pemateri lainnya, menuturkan bahwa pesta demokrasi, jangan menjadi momok bagi masyarakat dan juga dijadikan momen pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan isu mulai dari isu SARA hingga isu hoax.

"Masyarakat harusnya memanfaatkan pesta demokrasi dengan gembira dan bukan mencari kesalahan. Jangan sampai isu agama, isu SARA, dan hoax menjadi alat hanya untuk menang di pesta demokrasi," ujar Khoirun Niam.

Sedangkan Husein Sanusi mengatakan bahwa media harus mampu menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan memihak kebenaran guna membendung hoax yang masif diproduksi dan beredar luas di masyarakat.

“Media sebagai arus utama bisa menjadi pembanding agar dapat mengedukasi masyarakat, guna menyajikan berita yang akurat, dan dapat meng-counter hoax” ujar Husein Sanusi yang juga selaku editor di salah satu media nasional.

Senada dengan Husein Sanusi, Wartawan Senior salah satu media nasional, Muhammad Syaifullah menuturkan bahwa literasi media juga harus dilakukan oleh masyarakat guna membendung kabar berita hoax menjelang Pemilu 2019.

“Pemahaman terhadap literasi media tersebut merupakan salah satu konsep untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap tekanan isu-isu terkini yang berpeluang menjadi hoax, apalagi menjelang pemilu 2019 nanti” ungkap Syaifullah.

(bx/hai/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia