Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tiga Perampok Aniaya Satpam Money Changer, Gondol Uang Rp 1 M

22 Desember 2018, 04: 59: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tiga Perampok Aniaya Satpam Money Changer, Gondol Uang Rp 1 M

LEBAM: Sekuriti I Putu Juliarta yang menjadi korban penganiayaan oleh para pelaku perampokan. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, KUTA - Aksi perampokan kembali terjadi. Kali ini, Kantor Money Changer PT. Bali Top di Jalan Nakula Barat Legian, Kuta menjadi sasaran perampokan kemarin dini hari (21/12) sekitar pukul 02.30. Pelaku berjumlah tiga orang itu memukul, menyeret lalu mengikat satpam bernama I Putu Juliarta, 37. Saat kejadian, Juliarta sedang tidur.

Dari informasi di lapangan perampok ini berhasil menggondol brankas berisi uang lebih dari Rp 1 miliar. Sementara menurut keterangan Juliarta, saat itu ia berjaga seorang diri mulai Kamis malam (20/12) pukul 19.00. Kemudian pada pukul 23.30, menutup pintu rolling door dan menguncinya dari dalam. Selanjutnya jam 01.00, ia mulai tidur di kursi di lantai satu dan tiba - tiba dari arah lantai dua, datang tiga orang pelaku lalu membekap mulutnya.

Juliarta pun langsung berontak. Namun ia langsung dipukuli hingga mengalami luka memar di bagian wajah. Tak cuma itu, Juliarta juga ditendang sembari ditodong pisau belati oleh pelaku. Selanjutnya dilakban mulut dan tangannya. Setelah itu diseret ke belakang. Juliarta juga sempat tak sadarkan diri. "Saya sempat pingsan," ungkapnya kemarin.

Beruntung, pukul 03.30 Juliarta kembali sadar dan berhasil melepaskan ikatan lakban di tangannya. Lalu ia keluar meminta tolong kepada seorang pedagang, Siti Julaeha, 46, yang ada di sebelah barat kantor untuk menghubungi polisi.

Selanjutnya, Juliarta menelepon dan memberitahukan kejadian itu kepada pimpinannya. Dan tidak berselang lama kemudian beberapa karyawan dan anggota kepolisian tiba di lokasi kejadian.

Para pelaku diduga masuk dengan cara memanjat ke lantai dua menggunakan kayu. Kemudian turun ke lantai satu untuk melumpuhkan satpam kemudian mengambil brankas yang ada di dalam ruangan.

Sementara itu, Siti Julaeha menerangkan, sekitar jam 02.30 saat bangun dari menjaga warung, dia melihat ada cahaya lampu handphone yang ada di semak - semak belakang warungnya. Melihat cahaya handphone tersebut, ia coba mendekati lewat jalan besar dan ia melihat adanya mobil warna putih agak kecil namun nomor platnya tidak tahu lari dengan kencang ke arah selatan. "Lalu setelah itu saya kembali ke warung," tutur saksi.

Kemudian sekitar pukul 03.30, ia didatangi oleh Juliarta dalam keadaan tangan terikat menggunakan lakban bening, dan dimintai tolong untuk menghubungi polisi karena kantornya dirampok. Ia kemudian menghubungi Polsek Kuta.

Polisi yang melakukan olah TKP dan mengecek hasil rekaman CCTV di TKP, diduga pelaku berjumlah tiga orang. Semuanya pakai penutup wajah. Saat keluar dari TKP, terlihat ketiga pelaku keluar lewat pintu depan dengan membawa brankas lalu dimasukkan ke mobil jenis Toyota Innova warna hitam bernomor polisi DK 1369 FH.

Sementara setelah nomor plat itu dicek diduga palsu. Karena setelah dicek ke alamat tersebut mobilnya ada di garasi dan tidak pernah disewahkan. "Pemiliknya mantan Klian Kulibul Kangin Tibubeneng Kuta Utara," ucap seorang petugas.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti linggis milik pelaku yang ditinggal, dua betel merek Krisbow, satu betel tanpa gagang dan satu pahat kecil. Dikonfirmasi terpisah, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa brlum memberikan respon.

Sekadar mengingatkan, modus pelaku hampir sama dengan kejadian perampokan di beberapa ATM wilayah Denpasar yang sudah terjadi beberapa waktu lalu. Sebelumnya peristiwa perampokan terjadi di sebuah mesin ATM milik Maybank yang berada di area Surfer's Paradise di Jalan Bypass Ngurah Rai Kedonganan, Kuta, pada Jumat 17 November 2017 sekitar pukul 03.20.

Selain kerugian mencapai Rp 500 juta pelaku yang diperkirakan berjumlah 5 orang tersebut juga menyiksa seorang sekuriti Surfer's Paradise asal Tejakula Buleleng yang bernama I Ketut Widi Wartawan, 37. Korban menjadi bulan - bulanan pelaku curas.

Keterangan korban saat itu tengah bertugas sekitar pukul 03.00 dan didatangi dua orang. Satu diantaranya seorang warga negara asing dan satunya lagi orang lokal ke arah ATM tersebut. Dengan gerak - gerik yang mencurigakan bule tersebut memanggil korban dan menyampaikan bahwa kartu ATMnya tertinggal. Lalu korban bermaksud menolong dengan mendekati kedua orang tersebut.

Saat itulah tiba - tiba korban langsung di pukul pada bagian kepala belakang hingga terjatuh. Usai terjatuh pelaku kemudian kembali memukul korban berulang - ulang sampai pingsan. Korban sadar setelah itu dan mendapati dirinya sudah dibalik gedung dengan tangannya diikat ke belakang dalam posisi tengkurap. Kakinya juga diikat, mulutnya di tutup menggunakan lakban warna silver dan celananya diplorotin sampai paha.

Kasus yang sama juga terjadi pada Kamis (1/8) pukul 02.30 di ATM CIMB Niaga di Supermarket Nirmala Jalan Pantai Balangan, Lingkungan Cengkilung Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan. Kondisi ruang ATM CIMB dalam kondisi kaca depan pecah dan berserakan, serta mesin ATM sudah raib.

Pelaku yang diduga lebih dari 5 orang tersebut terlebih dahulu melumpuhkan satpam penjaga Supermarket yang bernama Wayan Suwitra, 50. Suwitra ditemukan dalam kondisi mulutnya dilakban, tangannya diikat ke belakang dan disekap di deretan ruang ATM kosong sebelah TKP. Saat ditemukan rekannya kondisinya sudah lemas dengan luka di bibirnya. Sebelum akhirnya dilarikan ke RS Bali Jimbaran yang kemudian dirujuk ke RSU Sanglah lantaran kedapatan pembekuan darah di bagian kepalanya.

Pelaku juga menyiksa adik saksi, Made Suwirta, 48, yang kebetulan bekerja shift malam di Balangan Wave sebelah TKP. Saat itu Suwirta memergoki aksi pelaku denfan jarak 8 meter saja. Saat Suwirta memgamati salah satu pelaku sedang berupaya melepas tali yang dikaitkan dengan salah satu mobil.

Akhibat terlalu fokus memgamati aksi pelaku, Suwirta tidak sadar jika kawanan pelaku menyemprotkan sesuatu bahan ke arah mukanya. Hingga pihaknya merasakan panas dan perih yang hebat dibagian muka, leher dan tangannya.

Aksi perampokan juga terjadi di ATM BCA Kantor Cabang Pembantu Bypass Mumbul di Jalan By Pass Ngurah Rai Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan pada Rabu (25/4) sekitar pukul 22.30. Dan berhasil menggondol uang tunai senilai Rp 1,8 miliar hanya dalam waktu tidak lebih dari 2 menit.

Kondisi kendaraan Jasa Pembawa Uang PT. Andalan jenis Grand Max Silver dengan nopol DK 9863 FW juga dalam kondisi kaca samping depan pecah akibat pukulan palu. Modus yang dilakukan kawanan perampok tersebut sama dengan kasus yang terjadi di Jalan Pantai Balangan. Yakni korban disemprot dengan cairan semacam gas air mata untuk melumpuhkan korbannya. Tiga orang korban diantaranya seorang Scurity pengawalan Mikael Bagu Koro, 24, sopir minibus Gede Mardika, 50, dan staf PT. Andalan Komang Antony. Ketiga kasus tersebut hingga kini belum berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia