Rabu, 20 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Pak Oles: Ketika Plastik Sudah Merusak Segalanya

07 Januari 2019, 07: 09: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Ketika Plastik Sudah Merusak Segalanya

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pemerintah mulai mengeluarkan aturan untuk memangkas ruang gerak plastik. Bagi Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, plastik sudah merusak segalanya. Sehingga mesti dipangkas dan dilarang keberadaanya.

Menruiut Pak Oles, plastik sudah sangat mebayakan dan sudah merusak segalanya. Plastik setiap hari masuk ke rumah tangga, dengan jumlah tak sedikit. Kemudian keluar menjadi sampah, yang sangat mengancam. “Apalagi kebiasaan orang Bali sekarang sampah dibuang ke sungai atau ke jurang, ke pangkung. Yang ujung – ujungnya bermuara ke laut atau ke sawah,” ujar Pak Oles.

Caleg DPR RI Dapil Bali dari Partai Demokrat ini mengatakan, plastic merusak struktur sawah. Membuat tanah rusak, tidak subur dan tidak bisa diurai. Ini menjadi ancaman terhadap kualitas sawah dan pertanian Bali. “Struktur tanah rusak, sawah rusak, pertanian rusak, hasil pertanian rusak, yang dimakan kita juga sudah rusak,” ungkap Mantan ketua DPD Hanura Bali ini.

Bagi Mantan Calon Wakil Gubernur Bali ini, plastik juga merusak sungai, mencemari ari, merusak kualitas air. Kemudian ketika plastic bermuara ke laut, juga merusak biota laut, merusak habitat ikan, membunuh ikan, ketika dimakan dan banyak lagi. Bahkan manusia juga tidak sadar, jika kemasan makanan dari plastik. Plastik yang kena panas memicu jadi racun. “Sudah segala lini merusak kehadiran plastik,” kata Pak Oles.

Salah satu pengusaha Bali ini mengatakan, plastik memang mampu mengganti segala. Tas plastik, tali plastik, piring plastik, gelas plastic dan semua bisa dari plastik. Namun sampahnya sangat sulit diurai oleh alam. “Ini yang membuat akhirnya plastic mengancam hidup manusia. Merusak alam,” kata Mantan Anggota DPRD Bali ini.

Dengan kondisi ini Pak Oles berharap langkah serius untuk memangkas plastik bahkan dilarang. Pak Oles menyambut baik ada Pergub untuk melarang timbulan sampah plastik, untuk tas plastik, sedotan plastik dan styrofoam . Namun Pak Oles berahap agar lebih cepat dan lebih tegas. “Cepat terapkan dan tegas dalam menerapkan aturan – aturan ini, sehingga mampu masyarakat lebih cepat mau tertib. Sebelum alam benar – benar tidak bisa lagi menampung limbah plastic,” kata politisi asal Bengkel, Buleleng ini.

Baginya, pengganti plastic sangat banyak. Bisa kembali kea lam, bisa memanfaatkan bahan – bahan ramah lingkungan yang bisa diurai oleh alam. Jika tetap ingin hidup dengan lebih mudah menggunakan plastik, nantinya akan merasakan imbas ngerinya Bali yang rusak karena plastik. “Mari kembali manfaatkan bahan alam, atau yang bisa diurai oleh alam. Lawan plastik, sebelum Bali binasa oleh plastic,” pungkas alumnus Faculty Of Agriculture Universitas Of The Ryukyus Jepang ini.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia