Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sungai Lingkar Puspem Meluap, Dewan Minta Pembenahan

08 Januari 2019, 09: 55: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sungai Lingkar Puspem Meluap, Dewan Minta Pembenahan

MELUAP : Saat hujan beberapa waktu lalu, air yang mengalir pada ring river atau sungai lingkar di kawasan Puspem Badung meluap dan menggenangi beberapa sudut tempat di sepanjang alirannya. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung menyoroti proyek pembuatan ring river (sungai lingkar) di kawasan Puspem Badung. Pasalnya saat hujan beberapa hari terakhir, air sungai meluap dan membuat genangan di taman serta jalan kawasan puspem. Dewan pun meminta instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melakukan pembenahan.

Ketua DPRD Badung, Putu Parwata mengapresiasi program penataan kawasan puspem tersebut. Namun demikian, menurutnya, perlu dilakukan kajian dan pelaksanaan yang baik. “Kami memberikan apresiasi pembangunan sungai buatan itu, tapi kajian dan pelaksanaanya harus baik. Kami tidak ingin pembangunan sungai itu memunculkan masalah baru. Semisal banjir,” ungkapnya, Senin (7/1).

Dikatakan Parwata, air sungai yang mengalir ke Subak Kwanji tersebut terkadang tidak stabil, apalagi saat musim hujan. Sehingga menurutnya harus ada pembenahan agar tidak menimbulkan masalah berkepanjangan. “Dulu itu kan saluran irigasi Subak Kwanji yang debit airnya bisa naik bisa turun. Kita harapkan proyek alur sungai ini tidak menjadi bencana karena kajian yang salah. Harus segera ada pembenahan,” tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut.

Kepala Dinas PUPR Badung, Ida Bagus Surya Suamba justru menjelaskan meluapnya air karena sungai lingkar tersebut dalam proses uji coba. Dari proses itu, pihaknya menyebut akan ada beberapa perbaikan. “Itu uji coba. Setelah hasil uji coba ini memang ada beberapa penyempurnaan-penyempurnaan terkait dengan alur air. Dan tadi pagi sudah kita evaluasi,” ungkapnya.

Pejabat asal Tabanan tersebut memastikan rekanan siap melakukan penyempurnaan. Misalnya, kata dia, beberapa pintu pembuangan yang ada di hulu akan dialirkan ke saluran pembuang yang ada di seputaran Puspem. “Kalau soal eksistingnya memang seperti itu. Nanti tinggal air di hulu sebagian kita alirkan ke saluran pembuang, sehingga saat hujan tidak banjir,” jelasnya.

Di sisi lain, proyek yang semestinya selesai 2018 dikatakan Surya Suamba memang diberikan perpanjangan waktu, namun dipastikan akan tuntas pada 15 Januari mendatang. Hal ini menurutnya terkait pembayaran yang juga belum lunas. “Untuk waktu sudah sesuai ketentuan. Karena kami tidak bisa membayar, makanya kami beri perpanjangan 15 hari. Yang jelas rekanan tidak kena penalti,” jelasnya.

Adapun sungai lingkar yang merupakan buah gagasan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta tersebut senilai Rp 5,4 miliar. Pada tahap pertama ini akan dibangun sungai sepanjang 325 meter, dimulai dari sebelah barat Kantor Bappeda ke selatan, hingga Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga.Sungai yang dibangun rata-rata selebar dua meter dengan kedalaman satu meter. Permukaan air akan dibiarkan tinggi rata dengan dinding.

Sumber air berasal dari aliran subak yang kemudian masuk ke Puspem dan selanjutnya keluar lagi menuju saluran irigasi subak. Di beberapa titik akan dibuatkan penyaringan dan bak pengendapan lumpur, sehingga air yang mengalir akan tetap jernih. Proyek sungai lingkar yang dikerjakan PT Sanur Jaya juga mencakup pembuatan lanskap seperti penanaman pepohonan serta penambahan lampu-lampu taman.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia