Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Relokasi Pedagang Banyuasri, Buleleng Bangun Pasar Darurat Rp 1,4 M

09 Januari 2019, 11: 11: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Relokasi Pedagang Banyuasri, Buleleng Bangun Pasar Darurat Rp 1,4 M

I Ketut Suparto (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Pasar darurat akan segera dibangun oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagprin) Kabupaten Buleleng pada Februari mendatang. Pembangunan pasar darurat senilai Rp 1,4 miliar ini bertujuan untuk merelokasi ribuan pedagang yang ada di Pasar Banyuasri sebelum direvitalisasi pada pertengahan 2019.

Informasi yang dihimpun dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng, mengatakan pembangunan pasar darurat akan memanfaatkan areal lahan terminal Banyuasri dan ruas jalan Samudera. Tercatat sedikitnya ada 1.399 pedagang yang beraktifitas di Pasar Banyuasri. Baik itu pemilik toko, kios, los, pelataran, pedagang pasar tumpah, pedagang musiman di dalam pasar, hingga pedagang musiman bongkar muat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagprin) Kabupaten Buleleng Ketut Suparto menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan anggaran senilai Rp1,4 miliar. Dana itu digunakan pembangunan pasar darurat untuk merelokasi para pedagang di Pasar Banyuasri dan penyusunan DED hingga pengawasan.

Rinciannya, khusus untuk bangunan fisik, dianggarkan senilai Rp1,3 miliar. Sedangkan sisanya sekitar Rp 100 juta digunakan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), pengawasan, hingga proses sosialisasi.

Suparto menyebut, bangunan dalam pasar darurat nantinya akan berbentuk ruko dengan ukuran 4x3 meter dan kios berukuran 3x3 meter.  “Karena anggarannya di atas Rp 200 juta, maka wajib tender. Rencananya akhir Januari, sudah akan diserahkan BLP (Bagian Layanan Pengadaan) untuk tender, dan diharapkan Februati proses berjalan, sehingga akhir Februati sudah ada pemenang. Dan Maret sudah dilaksanakan pembangunan pasar darurat selama 1 bulan,” jelasnya.

Suparto mengatakan, Bangunan Pasar Darurat senilai Rp1,3 Miliar itu nantinya akan berbentuk bangunan semi permanen. Dengan spesifikasi tembok menggunakan bahan batako namun tidak diplester. Sedangkan atapnya berbahan seng dan menggunakan pintu rolling door. Sehingga keamanan barang-barang milik pedagang lebih terjamin

Menurutnya, bangunan semi permanen dibuat dengan pertimbangan pedagang akan menempati pasar darurat dalam jangka waktu sampai dua tahun. Atau selama proses revitalisasi Pasar Banyuasri berlangsung yang diprediksi tuntas pada tahun 2020 mendatang. “Relokasi para pedagang paling lambat kita lakukan diakhir Bulan Maret, atau awal April 2019 mendatang,” katanya.

Disisi lain, jika nantinya proses revitalisasi Pasar Banyuasri di Kelurahan Banyuasri Kecamatan Buleleng telah rampung, bangunan pasar darurat tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) selaku pengelola aset, mengingat bangunan tersebut telah menjadi aset Pemerintah Kabupaten Buleleng.

BKD Buleleng pun selanjutnya melakukan penghapusan aset dengan membongkar bangunan, untuk mengembalikan fungsi terminal Banyuasri seperti semula. “Nanti proses pengapusan akan dilakukan oleh Perwat, melalui proses lelang bahan,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan Terminal Banyuasri? Suparto menambahkan, pihaknya sudah mengkordinasikan dengan LLAJ.“Kami sudah kordinasi dengan LLAJ, karena terminal sering dijadikan tempat mangkal Bus Malam, maka akan dialihkan ke Terminal Cargo di kawasan Ahmad Yani Barat. Nanti jika pembangunan rampung, fungsi Terminal Banyuasri akan dikembalikan” pungkasnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia