Rabu, 20 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese
Pura Dalem Sinunggal Dalem Samar Sari

Jika Berniat Buruk akan Dihadang Ular

10 Januari 2019, 08: 19: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jika Berniat Buruk akan Dihadang Ular

BERI KETEDUHAN: Pohon beringin di areal Pura Dalem Sinunggal Samar Sari. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MENGWI  - Pura Dalem Sinunggal Dalem Samar Sari di Banjar Gambang, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Badung adalah pura utama di komplek tempat suci tersebut. Menurut Jro Mangku Ketut Tapa, asal mula keberadaan pura belum diketahui pasti. Tak ada catatan yang menyebut tahun berdirinya pura itu.

Dia menceritakan, bagi orang yang hendak sembahyang ke pura utama, terlebih dahulu harus berdoa di pelataran pesimpangan Dalem Nusa. Setelah itu baru boleh melanjutkan ke Pura Dalem Sinunggal.

Namun jika pemedek memiliki niat jahat, seperti memohon diberi kekuatan untuk menyakiti seseorang. Maka pemedek tersebut dia yakini akan dihadang seekor ular poleng besar. Tak hanya itu, seseorang yang cuntaka juga pantang masuk ke area depan komplek pura tersebut. Begitu pula dengan orang yang berpakaian kotor, seperti usai datang dari rumah duka, mereka tak diperkenankan masuk. Semuanya akan kentara di sana. Mereka yang berhalangan pun diwajibkan melukat di beringin pesimpangan Dalem Nusa sebelum masuk menuju Pura Dalem.

Jika dilihat secara seksama, pohon beringin itu tampak aneh. Pohon yang diperkirakan berusia lebih dari 5 abad itu, memiliki belasan batang. Berbeda dengan pohon beringin pada umunya, batang pohon itu tidak tumbuh di satu area, melainkan tumbuh di beberapa titik yang berbeda. 

Semua batangnya menjulang diselimuti kain poleng (hitam putih), dengan diameternya hampir 1-3 meter. Sedangkan dahan pohon di bagian atas justru menyatu, membentuk dedaunan rindang, persis seperti tenda. Sehingga cukup sulit menebak, mana batang utama pohon tersebut.

“Kalau dibilang akar, bukan. Dibilang batang, juga bukan. Di situ letak keunikannya. Ibaratnya para pemedek diberi keteduhan. Kita berada di dalam benteng,” imbuh Mangku Tapa. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia