Minggu, 17 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Ogoh-Ogoh Diharapkan Tidak Bernuansa Politik

10 Januari 2019, 09: 40: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ogoh-Ogoh Diharapkan Tidak Bernuansa Politik

RAKOR : Pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) persiapan Nyepi Tahun Baru Caka 1941 di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Pemkab Gianyar, Rabu kemarin (9/1). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Rapat koordinasi (rakor) menjelang pelaksanaan Hari Suci Nyepi tahun baru Caka 1941 diselenggarakan di Aula Kesbangpol Gianyar, Rabu kemarin (9/1). Rapat tersebut membahas pelaksanaan Nyepi yang berdampingan dengan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019. Hasilnya, izin pembuatan ogoh-ogoh sepenuhnya diserahkan ke masing-masing desa pakraman. 

Kepala Kesbangpol Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, menjelaskan, tidak melarang pembuatan ogoh-ogoh. "Kami tidak melarang tapi tergantung dari kebijakan masing-masing Desa Pekraman. Jikapun membuat harus mengikuti rambu-rambu yang ada. Baik dalam proses pembuatan hingga selesai mengarak," paparnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group). 

Langkah itu dilakukan lantaran pada  tahun ini momennya berdekatan dengan pemilu 2019. Maka ditegaskan juga agar sama sekali tidak membawa nuansa politik yang dikaitkan dengan ogoh-ogoh. Mulai dari cerita, pakaian, tema hingga bentuk ogoh-ogohnya tidak boleh sama sekali mengandung unsur politik.

Alit Mudiarta juga menambahkan,  untuk bahan baku ogoh-ogoh, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar. "Dalam pembuatannya juga kita harapkan agar ramah lingkungan, supaya pakai bahan organik dan tidak menggunakan styrofom," tegasnya. 

Ia menambahkan bahwa acara ogoh-ogoh tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab dari masing-masing Bendesa Pakraman. Selain itu juga diharapkan agar tetap melakukan koordinasi dengan aparat keamanan desa yang ada. Mulai dari Pecalang, Babinkamtibmas dan Babinsa. 

Terdapat juga batasan-batasan mengenai ogoh-ogoh akan diedarkan melalui surat yang diberikan kepada setiap desa pakraman di Gianyar. " Kalau untuk imbauan kami  akan sebarkan melalui surat edaran ke masing-masing desa pakraman. Minggu ini akan diedarkan dan saat ini suratnya sedang kami godok," tandasnya. 

Pada tempat yang sama, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gianyar, Wayan Hartawan, menegaskan agar ogoh-ogoh tidak ada kaitannya dengan politik. "Jangan ada pencitraan parpol maupun caleg. Entah pada bagian ogoh-ogohnya maupun pakaian seragam yang dikenakan masyarakat," imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia