Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Pengalihan Bahan Bakar, PLN Terapkan Pemadaman Bergilir di Nusa Penida

10 Januari 2019, 09: 43: 29 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pengalihan Bahan Bakar, PLN Terapkan Pemadaman Bergilir di Nusa Penida

KESIBUKAN: Tampak kesibukan para petugas PLTD milik PLN di wilayah Nusa Penida, Klungkung melakukan perbaikan –perbaikan terkait perubahan bahan bakar. Yang berdampak terjadi menurunnya daya dan harus dilakukan pemadaman bergilir. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Pasokan listrik di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung kembali mengalami gangguan. Terjadi penurunan daya mampu pasokan yang dulunya 12 megawatt, turun menjadi 5,9 megawatt. Di sisi lain, berdasarkan data pemakaian Desember 2018, beban puncak sempat mencapai 7,5 megawatt.

Terhadap gangguan itu, PLN harus menjadwalkan  pemadaman bergilir sejak Sabtu (5/1) lalu. Pemadam bergilir diperkirakan berlangsung hingga 20 Januari 2019. "Kami tengah berusaha agar pemadaman tidak sampai lama. Maksimal sampai 17 Januari," ujar Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Klungkung Gusti Putu Agus Wiadi ditemui Bali Express Rabu (9/1) kemarin.

Pihaknya mengungkapkan, penurunan daya merupakan dampak pengalihan bahan bakar tujuh unit mesin pembangkit di Nusa Penida.   Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang sebelumnya menggunakan bahan bakar solar murni atau High Speed Diesel (HSD)/B-0, kini beralih ke solar campuran (HSD/B-20). Itu merupakan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal itu tidak hanya berlaku di Nusa Penida. Penurunan daya akibat pengggantian bahan bakar biasanya terjadi sekitar dua bulan sejak penggantian. Dengan adanya penurunan daya mampu pasokan itu, PLN berharap 16.817 pelanggan di Nusa Penida (data Desember 2018) melakukan penghematan. Terutama saat beban puncak. Pelanggan yang biasanya menghidupkan semua lampu saat malam hari, untuk sementara masing-masing matikan beberapa lampu saja. Selain itu, mengalihkan kegiatan yang menggunakan alat-alat listrik berdaya besar juga sangat diharapkan. "Kalau sudah bisa mengurangi pengeluaran daya, bisa saja pemadaman tidak terjadi," ujar Agus Wiadi yang saat dikonfirmasi didampingi Manajer Bagian Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Administrasi UP3 Bali Timur Donald Manurung dan Agus Sudarso selaku Manajer Bagian Konstruksi UP3 Bali Timur.

Selain mengimbau pelanggan irit menggunakan listrik, pihaknya juga mengaku sudah melakukan upaya lain. Yakni menghidupkan empat unit mesin cadangan yang selama ini jarang terpakai. Namun sejauh ini pemadaman belum bisa dihindari.

Terkait pemadaman bergilir itu, PLN sudah bersurat langsung ke pelanggan, menyampaikan permakluman terkait gangguan. Sejumlah tokoh masyarakat di Nusa Penida, seperti perbekel, camat diundang untuk melihat secara langsung petugas PLN bekerja di PLTD agar pasokan listrik cepat normal. Namun tetap saja sejumlah pelanggan mengeluhkan pelayanan PLN. "Kami tidak tidur. Kami terus bekerja," jelasnya.

Sekadar mengingatkan, gangguan kelistrikan di Nusa Penida bukan pertama kali terjadi. Pada November 2018, kelistrikan juga terjadi di sana. Kala itu PLN beralasan bahwa gangguan terjadi akibat bencana pohon tumbang dan serangan binatang yang merusak jaringan listrik.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia