Minggu, 17 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tak Bisa Berenang, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Vila

10 Januari 2019, 20: 31: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Bisa Berenang, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Vila

KORBAN TENGGELAM: Kedua jenazah korban saat dievakuasi pihak kepolisian, (Kamis 10/1). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Dua orang bocah kelas IV SD meregang nyawa setelah tenggelam di kolam berenang Villa Luxindo Bintang Laut di Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Kamis (10/1) sekitar pukul 16.40 Wita. Kedua korban tenggelam lantaran tidak bisa berenang pada kolam berenang dengan kedalaman hampir 2,4 meter tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika sekitar pukul 15.00 Wita kedua korban yakni Ni Komang Vika Putri Lestari, 11, alamat Banjar Dinas Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, dan Viorentin Supimay Liani Agustina, 9, alamat Banjar Sari, Desa Gumrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana melakukan aktifitas belajar kelompok bersama temannya yang bernama Elsi di Villa Luxindo Bintang Laut yang merupakan Villa milik Mr. Jo. Mereka merupakan siswi kelas IV di SDN 2 Antap.

“Kebetulan Elsi merupakan anak dari salah satu karyawan Villa tersebut,” ujar Kapolsek Selemadeg, AKP I Made Budi Astawa.

Setelah merasa jenuh belajar kelompok, kedua korban mengajak Elsi untuk berenang di kolam berenang yang ada di Villa bagian atas, dimana sebelumnya mereka belajar kelompok di villa bagian bawah. Namun Elsi tidak setuju dan melarang kedua temannya itu untuk berenang. Hanya saja kedua korban tetap bersikeras untuk berenang dan tidak mempedulikan larangan Elsi.

Elsi pun terpaksa mengikuti kedua korban menuju kolam. Kedua rekannya dan langsung menceburkan diri ke kolam. Sementara Elsi, tanpa memperhatikan kedua korban duduk pada kursi yang jaraknya sekitar 3 meter dari kolam sambil bermain HP. “Sesaat kemudian, Elsi yang tidak melihat kedua temannya menengok ke dalam kolam dan menyaksikan kedua korban tampak tidak bergerak seperti tenggelam. Sehingga Elsi berusaha menolong kedua korban, tetapi Elsi ini tidak bisa berbuat banyak karena dirinya juga tidak bisa berenang,” imbuhnya.

Selanjutnya Elsi berlari meminta bantuan kepada kakaknya bernama Jimy dan langsung berlari ke kolam untuk menyelamatkan kedua korban. Jimy kemudian mengangkat kedua korban dari kolam selanjutnya meminta bantuan kepada sejumlah karyawan villa yang kemudian diteruskan ke Kelian Dinas setempat dan Polsek Selemadeg.

“Atas laporan tersebut kita kemudian langsung meluncur ke TKP bersama tim medis,” lanjutnya.

Saat diangkat dari kolam, kedua korban sudah dalam keadaan lemas dan dinyatakan meninggal dunia di TKP oleh petugas medis yang melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban. “Dan setelah kita lakukan olah TKP serta meminta keterangan dari saksi, sementara disimpulkan jika kedua korban meninggal dunia akibat tenggelam di kolam berenang yang kedalamannya mencapai 2,4 meter dan kedua korban tidak bisa berenang,” tegasnya.

Peristiwa itu pun menimbulkan duka mendalam bagi kedua keluarga korban, termasuk Mbah Sunarta yang merupakan pemilik kost tempat korban Viorentin Supimay Liani Agustina dan keluarganya pernah kost nampak histeris saat menyaksikan jenazah bocah yang akrab disapa Vio tersebut sudah terbujur kaku. Ia terus berteriak memanggil-manggil cucunya.

“Ngujang jang panak dini, ngujang sing jang jumah, mbah sayang ajak Vio, adi kalahin mbah, (Kenapa anaknya ditaruh di sini, kenapa tidak ditaruh di rumah, nenek sayang sama Vio, kenapa tinggalkan nenek, Red),” teriak Mbah Sunarta.

Dirinya menuturkan jika sebelum pindah ke Jembrana, Vio dan keluarganya menyewa kost cukup lama di tempat kost miliknya di Banjar Soka Kaja, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. Sehingga Vio sudah dianggap seperti cucu sendiri. “Dia memang sering main ke villa kalau bapaknya tidak bisa jemput, jadi pulangnya bareng Elsi, kalau tidak main ke villa pasti main sama saya di kosan,” ujarnya.

Ditambahkannya, Vio beserta keluarganya merupakan warga asal Nganjuk, Jawa Timur, sehingga jenazah Vio akan dikebumikan di Nganjuk. “Sekarang juga jenazahnya akan dibawa ke Nganjuk,” sambungnya.

Sementara itu, jenazah dari Ni Komang Vika Putri Lestari juga langsung dibawa ke rumah duka untuk segera diupacarai. Keluarga korban juga nampak terpukul atas peristiwa tersebut. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia