Minggu, 16 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Features

Nasi Babi Guling Pasah, Buka Tiap Pasah, Makan di Halaman Rumah

11 Januari 2019, 18: 15: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nasi Babi Guling Pasah, Buka Tiap Pasah, Makan di Halaman Rumah

BABI GULING: Pedagang nasi Babi Guling Pasah, I Wayan Paris bersama karyawan dan istrinya Ni Komang Piratni menyiapkan daging yang siap dijual, di Banjar Sebatu, Tegallalang, Gianyar, Rabu (9/1). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Siapa yang tidak lapar mendadak jika melihat babi guling baru matang dengan aromanya yang sedap. Seolah - olah air liur keluar saat melihat kulit babi guling yang renyah tersebut. Itulah yang tampak saat Koran ini bertandang ke pedagang Nasi Babi Guling Pasah yang ada di Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar.

Pedagang Nasi Babi Guling Pasah, Ni Komang Piratni menjelaskan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) bahwa warungnya itu hanya buka saat Pasah saja, yaitu tiga hari sekali. Meski jualan di rumah dan tempat makannya di teras rumah, kerap ia kewalahan melayani pelanggan.

"Biasanya yang datang itu langganan dan ada juga pembeli yang baru karena diketahui dari mulut ke mulut," paparnya Rabu (9/1).

Ia menjelaskan sejarah diberikannya Nasi Babi Guling Pasah, berawal dari mertuanya berjualan pertama kali di banjar tersebut. Secara bergiliran warga di sana berjualan nasi babi guling, ada yang saat Kajeng, Beteng, dan mertuanya memilih di Pasah. Sehingga sampai saat ini ia memepertahankan nama dan waktu warisan dari mertuanya tersebut. Sedangkan pedagang yang lainnya dikatakan sudah tidak melanjutkan lagi berjualan nasi babi guling.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku dalam tiga hari sekali hanya mengandalkan berjualan di rumahnya saja. Tak jarang pelanggan sudah mengantri dan menunggu babi guling yang baru matang. Karena sekali jualan ia membuat satu babi guling saja dengan memasak beras dijadikan nasi sebanyak 25 kilogram.

"Sesuai namanya Babi Guling Pasah, jadi bukanya setiap Pasah saja pada pukul 09.30 sampai selesai. Biasanya pukul 13.00 itu sudah habis," paparnya.

Satu porsi Nasi Babi Guling Pasah ia jual seharga Rp 25 ribu termasuk minuman. Selain itu dikatakan juga boleh nambah. Namun dengan harga yang beda. Kalau nambah harganya Rp 35 ribu. Sedangkan kalau hanya nambah kulitnya saja harganya Rp 30 ribu.

Piratni mengungkapkan keluarganya itu sudah berjualan selama 30 tahun. Disinggung berapa pengunjung yang datang setiap berjualan, ia mengaku sampai 300 orang. Uniknya, pembeli makan di karang sikut satak (pekarangan rumah), mulai dari Bale Daja, Bale Dauh, Bale Dangin, dan dapur secara lesehan.

"Selain  buka setiap Pasah, kami juga buka setiap hari Minggu. Kenapa hari Minggu, karena tepat pada hari libur dan pembeli  juga banyak yang datang," imbuh dia.

Pada tempat yang sama, salah satu pelanggan bernama Putra Arimbawa mengaku makan di sana bisa dua hingga tiga kali dalam sebulan. Selain memang ciri khasnya buka setiap Pasah, dia merasakan rasa gurih yang beda dengan nasi babi guling lainnya.

"Mungkin itu ada taksunya, buka setiap Pasah yang membuat rasanya beda. Selain itu makan nasi babi guling dengan batas waktu tiga hari sehari sudah manis batu (terasa pas)," imbuhnya. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia