Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Terlibat Narkoba, Oknum Petugas Jumantik Divonis Empat Tahun

11 Januari 2019, 08: 54: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Terlibat Narkoba, Oknum Petugas Jumantik Divonis Empat Tahun

BERPIKIR : Oknum petugas jumantik yang tersangkut kasus narkotika, Yosua Simbolon, saat menjalani sidang pertamanya. Kini dia sedang pikir-pikir setelah Kamis kemarin (10/1) majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar memvonisnya dengan hukuman empat tahun. (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Oknum petugas juru pemantau jentik (jumantik), Yosua Simbolon, 21, diganjar dengan hukuman selama empat tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar. Hakim menyimpulkan bahwa Yosua terbukti melakukan tindak pidana narkotika dengan barang bukti berupa ganja kering.

Dalam sidang terakhirnya pada Kamis kemarin (10/1), pimpinan sidang yakni Hakim Dewa Budi Watsara menyebutkan Yosua terbukti tanpa hak memiliki ganja seberat 37,27 gram dan Sinte (narkotika sintetis jenis baru) seberat 5,56 gram, serta  narkotika jenis 5-fluro seberat 1,19 gram.

Sehingga perbuatan Yosua itu dipandang hakim terbukti memenuhi unsur pidana Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dalam Lampiran Undang-Undang Narkotika.

Selain menetapkan hukuman selama empat tahun, hakim juga memutuskan terdakwa wajib membayar denda sebesar Rp 1 miliar. "Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayarkan sampai putusan hukuman ini berkekuatan hukum tetap maka dapat diganti dengan kurungan selama dua bulan," tegas hakim.

Menanggapi putusan itu, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi Ardika memilih untuk pikir-pikir. Putusan itu sendiri sejalan dengan tuntutan yang diajukan jaksa. Hanya saja lebih ringan dua tahun.

Dalam sidang pertamanya disebutkan, terdakwa sebelumnya ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar pada 8 Mei 2018 di Jalan Raya Giri XIII.

Pada proses penangkapan tersebut, petugas menemukan barang bukti pada terdakwa. Berdasarkan interogasi awal, terdakwa mengaku kalau barang bukti itu miliknya yang diperoleh dari seseorang bernama Sayno (DPO).

Selain itu, terdakwa juga mengakui masih punya barang bukti lainnya yang disimpan di rumahnya. Di Perum Mandiri Block A1 Nomor 3 Banjar Bumi Kerta, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia