Jumat, 15 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Telebusan Yeh Mekecir; Dipercaya Sembuhkan Beragam Penyakit

12 Januari 2019, 07: 17: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Telebusan Yeh Mekecir; Dipercaya Sembuhkan Beragam Penyakit

BERKHASIAT: Telebusan Yeh Mekecir di Banjar Yeh Mekecir, Desa Dangin Tukadaya, Jembrana yang diyakini dapat menyembuhkan ragam penyakit. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Dua titik telebusan (mata air, red) yang berada di sisi sungai Yeh Mekecir di Banjar Yeh Mekecir, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Beberapa kejadian mengiringi perjalanan mata air yang lebih dikenal dengan sebutan Telebusan Yeh Mekecir.

Selain dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, konon air yang keluar dari Telebusan Yeh Mekecir ini tidak pernah surut dan juga tidak pernah disapu banjir, meskipun letaknya dipinggir sungai. Tak heran, mulai dari awal ditemukan warga hingga saat ini, mata air ini begitu disakralkan dan dimanfaatkan warga sebagai salah satu tempat melukat.

Untuk mencapai dua titik Telebusan Yeh Mekecir yang berada disisi timur wilayah Banjar Yeh Mekecir, dan disisi barat wilayah Banjar Gunung Sekar, Desa Mendoyo Dauh Tukad itu, pemedek hanya bisa menggunakan kendaraan hingga di Pura Subak Abian Danu Sari, Banjar Yeh Mekecir. Selanjutnya dengan berjalan kaki ke arah timur dari jalan desa disebelah utara Pura Subak, lalu melewati jalan setapak, dan areal kebun milik warga sejauh kurang lebih 200 meter. Tapi dengan medan perbukitan yang cukup terjal, cukup jelas bagi pemedek untuk mempersiapkan fisik sebelum mendatangi lokasi tersebut.

I Nengah Suarsana, 47, warga yang tinggal dekat Telebusan Yeh Mekecir mengatakan, dari cerita leluhurnya, diketahui kedua titik Telebusan Yeh Mekecir ini sudah ada sejak ratusan tahun silam. Kemudian pada tahun 1970 saat dilakukan pembagian wilayah di Desa Dangin Tukadaya, keberadaan dari Telebusan Yeh Mekecir itu akhirnya digunakan sebagai nama banjar, yakni Banjar Yeh Mekecir.

“Air telebusan ini tidak pernah surut. Walaupun musim kemarau panjang dan air sungai surut. Tapi di telebusan ini tetap saja ada airnya,” ujarnya mengawali percakapan saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dia mengingat, ketika dirinya masih kecil, atau jauh sebelum dirinya tinggal dikebun milik keluarganya, sebenarnya sudah banyak pemedek yang datang ke Telebusan Yeh Mekecir ini. Mereka datang dari seluruh Bali, dan sengaja ke tempat itu setelah mendapat pawisik (petunjuk niskala, Red) untuk melukat sekaligus nunas tirta, agar terbebas dari berbagai musibah dan penyakit. Bahkan dirinya saat itu mengaku heran dan kaget, karena tiba-tiba ada orang yang bertanya di mana Telebusan Yeh Mekecir. “Sudah sejak dulu banyak yang datang nunas tamba (memohon obat untuk kesembuhan penyakit, Red) di Telebusan Yeh Mekecir ini. Mereka kebanyakan dari luar Jembrana, seperti Karangasem, Klungkung, Gianyar, dan Denpasar. Bahkan dulu ada rombongan dua bus dari Klungkung yang mencari telebusan ini untuk melukat,” terangnya.

Selain melukat, mereka juga mengambil air suci dari Telebusan Yeh Mekecir untuk menyembuhkan keluarganya yang tengah sakit, atau digunakan untuk penyucian pekarangan rumah. Beberapa dari mereka ada yang mengaku datang karena desti (penyakit niskala, red), banyak pula menderita penyakit kronis yang tidak kunjung sembuh. Setelah sembuh, lanjut Suarsana mereka yang sebelumnya tidak bisa langsung datang ke tempat itu, biasanya menyusul datang bersama keluarganya. “Kalau rahina tilem dan purnama, pasti ada orang yang datang melukat ke Telebusan Yeh Mekecir ini. Pas saya di kebun, kadang lihat beberapa orang berpakaian adat, mereka biasanya melukat dan sekalian mandi di sungai. Memang belum ada pemandu khusus ataupun pamangku di sini,” ujarnya.

Selain itu, dijelaskan Suarsana di lokasi juga terdapat sebuah palinggih yang berkaitan erat dengan keberadaan Telebusan Yeh Mekecir, yakni Palinggih Dewa Ayu Telaga Manik Emas yang letaknya di sebelah barat lokasi telebusan atau pada jalur sebelum turun ke sisi sungai. Sedangkan di sebelah timur telebusan atau disisi timur sungai, terdapat Pura Subak Babakan Mendoyo.

Bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi yang secara turun temuran mempercayai berbagai khasiat air telebusan, biasanya terlebih dulu nunas panugrahan (memohon restu, red) di Palinggih Dewa Ayu Telaga Manik Emas. Selain itu, juga melakukan persembahyangan di Pura Subak Babakan Mendoyo, yang kebetulan dekat dengan titik telebusan. Kedua telebusan baik itu yang di sisi timur sungai maupun yang di sisi barat ini memiliki khasiat sama. “Karena berada agak di atas, kadang lebih sering digunakan yang di sisi barat ini. Yang terpenting, sebelum melukat atau nunas tirta, lebih dulu nunas panugrahan di Pelinggih Dewa Ayu Telaga Manik Emas,” pungkasnya.

Sementara itu dari penjelasan yang disampaikan Ida Bagus Gunawan atau yang biasa disapa Kakiang Gu, yang juga Jro Mangku Tirta Suara Metu nama lain Telebusan Yeh Mekecir, ada proses yang sebenarnya pemedek mesti lakukan. Dimana sebelum melukat, para pemedek wajib melakukan pembersihan diri dengan mandi di sungai di bawah pohon beringin. Setelah itu, barulah pemedek bisa melukat di Telebusan Yeh Mekecir. Karena di tempat itu dipercaya dijaga Kaki Macan Gading dengan Nini Naga Mas.

Lebih lanjut dijelaskan Kakiang Gu, pada saat melukat, pemedek diperciki tirta sebanyak 11 kali. Kemudian berkumur 1 kali, dan minum 11 kali, serta meraup muka sebanyak 11 kali ke bawah. “Selesai melaksanakan prosesi melukat, barulah pemedek dipersilahkan melakukan persembahyangan di pelinggih Dewa Ayu Telaga Manik Mas,” pungkasnya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia