Kamis, 17 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Warga Kampung Jawa Geruduk Kantor Desa, Tagih Janji Pemecatan Kadus

12 Januari 2019, 08: 36: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Warga Kampung Jawa Geruduk Kantor Desa, Tagih Janji Pemecatan Kadus

EMOSI: Salah seorang ibu-ibu yang ikut mendatangi Kantor Desa Dauh Puri bersama puluhan warga lainnya kemarin. (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Kisruh soal Kepala Dusun (kadus) Wanasari atau Kampung Jawa masih berlanjut. Setelah mediasi alot yang berlangsung Selasa (8/1) lalu, dan kemudian berujung dijanjikan keputusan setelah 3x24 jam, maka Jumat (11/1) kemarin warga dusun Wanasari kembali datang ke kantor Desa Dauh Puri Kaja untuk menagih janji keluarnya keputusan pemecatan Kadus Wanasari, Badrus Samsi. Namun sayang, keputusan tersebut tak kunjung terealisasi.

 Pasalnya, Kepala Desa Dauh Puri mengaku belum mendapat rekomendasi secara tertulis dari camat. "Sesuai peraturan pemerintah pada pasal 69 pp 43 th 2014 prosedur pemecatan bisa dilakukan apabila orang tersebut meninggal dunia, mengundurkan diri dan melakukan tindakan kriminal serta melanggar hukum. Nah jika ingin mengajukan pemecatan, harus ada surat rekomendasi dari camat baru desa bisa memberikan Surat Keputusan pemecatan sementara atau selamanya," urai Kepala Desa Dauh Puri Kaja, I Nyoman Gede Risnawan.

Ia menambahkan, pasca proses mediasi yang dilakukan Selasa lalu (8/1) pihaknya telah menyampaikan aspirasi dan tuntutan peemohonan pemecatan kepada Camat Denpasar Utara. "Sampai mana prosesnya? Sudah kami sampaikan kepada pak camat, nah sekarang sedang menunggu rekomendasi tertulis dari beliau apakah orang tersebut layak untuk di pecat atau ada  cara lain untuk menyelesaikan masalah ini" ungkapnya.

Namun tak adanya keputusan pasti akan tuntutan yang mereka ajukan, membuat masyarakat dusun wanasari kecewa. "Kemarin dalam mediasi dikatakan keputusannya setalah 3 x 24 jam, sekarang sudah melewati batas janji ternyata nihil. Dan saling lempar antara kades dan camat. Kami sudah mengikuti sesuai prosedur namun kami berulang kali harus kecewa, karena hanya dijanjikan saja," terang Haji Marzuki, salah satu perwakilan masyarakat dusun wanasarin.

Perdebatan sengit pun tak terelakkan. Masyarakat masih gigih memperjuangkan mosi yang mereka ajukan. Melihat situasi yang tak kondusif, Wakapolsek Denpasar Barat, AKP  I Nyoman Sugianyar Ardika pun angkat bicara. 

Menurutnya ia tidak ingin ikut campur dalam permasalahan ini. Namun melihat situasi yang semakin memanas, maka ia terpaksa terlibat dan ikut mengawal masyarakat tentang tuntutan yang mereka ajukan. "Dari awal sebenarnya kami tidak ingin dan tidak boleh ikut campur. Kenapa? Karena ini sepenuhnya wewenang kepala desa dan camat. Hanya saja, seperti yang kita tahu batas waktu yang dijanjikan sudah lewat, tapi tak ada keputusan apapun. Senin besok saya berjanji akan mengawal masyarakat Dusun Wanasari untuk memastikan keputusan akan tuntutan yang dijanjikan kemarin," jelas AKP Sugianyar.

Mendengar jaminan dari Sugianyar warga pun berangsur tenang. Dan sepakat Senin (14/1) mendatang akan datang ke kantor camat bersama Wakapolsek Denbar dan di dampingi Kepala Desa Dauh Puri Kaja. "Jadi, kami menyetujui usulan Sugianyar untuk meminta kejelasan ke Kantor Camat dan didampingi kepala desa. Kenapa harus didampingi kepala desa? Agar kami tidak terus terusan dilempar kesana kemari. Yang kami mau pasti keputusannya turun bukan hanya dijanjikan," tegas Marzuki.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia