Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Soal Pembekuan Ormas, Gubernur Ngaku Sejalan dengan Kapolda

14 Januari 2019, 09: 21: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Pembekuan Ormas, Gubernur Ngaku Sejalan dengan Kapolda

SEJALAN: Gubernur Koster saat diwawancarai, Sabtu (12/1) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyikapi harapan Kapolda Bali untuk membubarkan ormas-ormas yang terindikasi berbuat kriminal. Koster mengaku sejalan dengan pemikiran dan sikap Kapolda Bali Irjenpol Petrus Reinhard Golose.

Koster mengatakan terkait rekomendasi untuk membekukan tiga ormas yang dianggap kriminal, masih dalam tahap kajian di pemprov Bali. Namun prinsipnya Koster mengaku sejalan dengan Kapolda Bali. “Prinsipnya kami sejalan dengan bapak Kapolda,” kata Gubernur asal Semiran, Buleleng ini Sabtu (12/1) di gedung Wiswa Sabha Utama.

Koster mengatakan surat rekomendasi Kapolda itu diserahkan pada April 2017 saat itu Koster belum menjadi Gubernur Bali. Namun baginya, karena surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Bali saat itu (Made Mangku Pastika), Koster menganggap wajib untuk ditindaklanjuti olehnya. “Itu rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur, walaupu tahun 2017, karena saat itu tidak ada tidanlanjut sekarang saya tindaklanjuti,” kata Gubernur yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini.

Koster mengatakan, sampai akhirnya beberapa waktu lalu pihak Polda Bali mempertanyakan. Akhirnya Koster melakukan pengecekan, memang benar ada suratnya. “Kami akan respon, kami akan kaji dan jelas nanti ada keputusan. Kami juga terima kasih kepada Polda Bali, atas dorongan pembekuan tiga ormas itu.

Nggak boleh ada premanisme di Bali,” sambungnya.

Terkait dengan sikap Koster, adanya fenomena aksi – aksi premanisme dirinya memastikan tidak boleh ada di Bali. Bahkan dirinya berjanji akan tegas dengan premanisme di Bali. “Tidak boleh ada aksi premanisme di Bali, saya akan tegas terhadap premanisme di Bali,” janjinya.

Dia mengatakan, tidak boleh ada aksi – aksi yang membuat Bali tidak damai dan tenteram. Ancaman – ancaman membuat masyarakat tidak nyaman, dan sangat merugikan warga Bali. “Tidak boleh ada kegiatan seperti itu, ancaman yang membuat Bali tidak tentram,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode ini.

Bali destinasi wisata dunia, anarkiskan, mencoreng nama Bali di mata dunia.

Dia juga mengatakan bahwa Bali ini daerah pariwisata. Dengan adanya kekerasan yang sampai menelan korban jiwa membuat Bali akhirnya tercoreng dimata dunia. Karena Bali dianggap tidak nyaman, ada aksi – aksi kekerasan yang sadis dan merusak tatanan persaudaraan di Bali. “Ini tidak bagus untuk Bali, untuk pariwisata Bali dan mencoreng citra pariwisata Bali di mata dunia,” pungkasnya.

Seperti halnya berita sebelumnya Kapolda Bali Irjenpol Petrus Reinhard Golose sebelumnya sudah mengirim surat rekomendasi kepada Gubernur Bali, terkait penghentian sementara kegiatan tiga ormas besar Bali. Sayang, surat rekomendasi yang dikirim pada April 2017 itu hingga sekarang belum dapat tanggapan. 

Surat tersebut terkait kegiatan ormas yang dianggap melakukan perbuatan pidana, mengganggu keamanan, dan ketertiban umum. Dari 108 ormas yang ada di Bali, ada tiga ormas besar yang didata Polda Bali telah melakukan tindak pidana.

Atas dasar itu, Kapolda akhirnya mengutus Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Bali, Kombespol Mochamad Khozin, untuk mengecek kembali perkembangan surat rekomendasi tersebut. Saat dikonfirmasi, Mochamad Khozin mengaku sudah mengecek perkembangan surat rekomendasi tersebut melalui rapat koordinasi.

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja menyatakan, ketegasan Petrus Reinhard Golose dalam memberantas organized crime di Bali mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Menurut Hengky, preman berkedok ormas yang kerap melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial langsung tiarap sejak Petrus Golose menjabat sebagai Kapolda Bali. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia