Sabtu, 04 Apr 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Kampanye di Tempat Ibadah, Dek Ulik Divonis Bersalah

14 Januari 2019, 20: 18: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kampanye di Tempat Ibadah, Dek Ulik Divonis Bersalah

BERSALAH: Ni Made Suastini atau Dek Ulik, divonis bersalah karena melakukan kampanye di tempat ibadah. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Penyanyi Pop Bali,  Ni Made Suastini atau Dek Ulik, yang menjadi calon DPD Bali asal Klungkung divonis bersalah oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana karena telah melakukan kampanye di tempat ibadah. Dalam sidang adjudikasi yang berlangsung di Kantor Bawaslu Jembrana, Senin pagi (14/1), majelis sidang yang terdiri dari Pande Made Ady Muliawan (ketua), Nyoman Westra serta Ni Made Wartini memutuskan memberikan teguran tertulis kepada Suastini.

“Berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi dan bukti-bukti, terlapor terbukti melakukan pelanggaran administrasi kampanye. Kami memutuskan memberikan teguran tertulis kepada yang bersangkutan,” ujar Mulyawan.

Teguran tertulis ini lanjut Mulyawan, sesuai pasal 36 Peraturan Pengawas Pemilu No 8 Tahun 2018 Tentang Penyelesaian Pelanggaran Administrasi Pemilu 2019. Selain teguran tertulis, dalam putusan ini terlapor juga diperintahkan untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar aturan kampanye. Setelah membacakan putusan sidang, kepada terlapor majelis memberikan waktu tiga hari untuk melakukan koreksi atau banding ke Bawaslu RI, apabila tidak bisa menerima putusan dari Bawaslu Jembrana. “Apabila dalam tiga hari tidak melakukan koreksi ke Bawaslu RI atas putusan ini, kami menganggap terlapor menerima putusan ini,” terangnya.

Berbeda dengan sidang sebelumnya yang langsung dihadiri Ni Made Suastini selaku terlapor, pada sidang putusan kemarin terlapor memilih tidak hadir dengan memberikan kuasa kepada Donatus Openg untuk hadir dalam sidang. Menyikapi putusan tersebut, setelah berkoordinasi dengan terlapor yang tidak bisa hadir dalam persidangan dugaan Pelanggaran Administratif Pemilu, Donatus Openg selaku kuasa hukum terlapor Ni Made Suastini menyatakan menerima putusan tersebut. “Dengan menerima putusan Majelis Pemeriksa, kami tidak menggunakan waktu tiga hari mengajukan koreksi ke Bawaslu Pusat,” pungkasnya. 

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news