Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi “Undang” Ibu Pembuang Bayi Datang ke Mapolsek

15 Januari 2019, 08: 23: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Polisi “Undang” Ibu Pembuang Bayi Datang ke Mapolsek

Kompol Anak Agung Wirantha Kusuma. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pelaku pembuangan bayi di depan Tempat Penitipan Anak (TPA) Lilahita, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Rabu (9/1) lalu hingga kini belum terungkap. Namun jajaran Polsek Kota Singaraja berusaha melakukan pendekatan secara humanis dan kekeluargaan dengan menunggu iktikad baik dari orang tua bayi agar mendatangi Mapolsek Kota Singaraja.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma menjelaskan alasan mengapa mesti mengundang orang tua bayi itu. Dia menilai, sang bayi pasti membutuhkan asupan ASI dari ibunya.

"Kami punya cara berbeda. Kami justru membuka lebar pintu Polsek dan mengundang  ibu dari bayi itu untuk datang. Kami lihat dari segi kemanusiaan. Kami utamakan perkembangan bayi ini dulu, mungkin butuh ASI ibunya. Semua akan kami bicarakan nanti dengan ibunya," katanya, Senin kemarin (14/1).

Dari hasil olah TKP, Kompol Wiranata pun menilai jika ibu dari sang bayi tidak memiliki niat untuk membunuh ataupun mencelakai sang bayi pasca dilahirkan. Hal ini terlihat saat bayi ditaruh di Tempat Penitipan Anak (TPA).

"Saya yakin ada kondisi tertentu yang membuat sang ibu harus berpisah dengan anaknya, mungkin ada masalah sosial. Namun saya lihat ibunya sangat sayang dengan bayi ini karena bayinya ditempatkan di TPA, pasti ada yang menemukan dan ada yang rawat. Beda dengan dibuang di got atau tempat sampah. Makanya perlakuan kami akan berbeda," jelasnya.

Sementara itu bayi malang berjenis kelamin laki-laki itu kini telah dititipkan di Klinik Polres Buleleng. Dengan kondisi itu, perawatan si bayi, kata Wiranata Kusuma sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepolisian. Hal tersebut dilakukan karena setelah peristiwa pembuangan bayi itu mencuat, banyak pihak yang berniat mengadopsi. Padahal proses hukumnya masih dilakukan kepolisian.

"Saya lihat banyak polemik jika dititipkan di rumah sakit lain. Banyak yang sudah mau mengadopsi sementara kami belum serahkan ke Dinas Sosial. Sekarang bayi itu kan masih tanggung jawab kami, makanya kami bawa ke Klinik Polres Buleleng saja dulu," tutupnya.

Sebelumnya, warga di Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, digegerkan dengan penemuan sosok bayi berjenis kelamin laki-laki, Rabu (9/1) pukul 05.15. Bayi malang tersebut  dibuang oleh ibu kandungnya sendiri, tepat di depan Tempat Penitipan Anak (TPA) Lilahita, Kelurahan Banjar Tegal.

Saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan sehat, terbungkus kain dan diletakkan di dalam kardus minuman kemasan.  Di dalam kardus juga ditemukan uang tunai sebesar Rp 200 ribu. Bayi itu pertama kali ditemukan oleh Nyoman Garneli, 54, bersama suaminya Made Arsana, 57, saat melakukan aktivitas olahraga pagi.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia