Jumat, 20 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Takut Razia, Banyak ABG Kocar-Kacir

15 Januari 2019, 08: 25: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Takut Razia, Banyak ABG Kocar-Kacir

BANYAK BALIK ARAH: Satlantas Polres Badung menggelar razia di wilayah Kuta Utara, Senin (14/1). Pelanggaran didominasi pengendara tanpa helm. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Anak baru gede alias ABG yang sedang berlalu-lalang di sekitar Jalan Petingan, Kerobokan, Kuta Utara, dibuat kocar-kacir. Mereka bahkan sampai berbalik arah ketika personel Satlantas Polres Badung terlihat di sisi jalan raya.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), para kaum milenial ini kebanyakan berada di usia sekolah. Rentang usia antara 14-17 tahun. Tak hanya kaum pelajar, beberapa orang dewasa juga memberi contoh buruk. Tanpa rasa khawatir, banyak yang tidak memakai helm. Tak hanya itu, kebanyakan di antara pelanggar tidak membawa SIM.

Beberapa hari sejak 10-14 Januari 2019, Satlantas Polres Badung mencatat ada 780 pelanggaran lalu lintas selama razia penindakan berlangsung. Razia digelar di beberapa titik wilayah Kuta Utara.

"Pelanggaran terbanyak tidak memakai helm sebanyak 587 orang, kedua tidak membawa SIM sebanyak 46 orang. Pelanggaran lain seperti tidak membawa STNK atau surat lain, kemudian melanggar rambu, marka, kelengkapan, dan berboncengan lebih dari satu," jelas Kasatlantas Polres Badung, Iptu Kanisius Pranata, Senin (14/1).

Hingga kemarin, total barang bukti yang disita 546 STNK, 195 SIM, dan 39 unit sepeda motor. Pelanggaran lalu lintas didominasi kaum milenial (ABG) usia kurang dari 17 tahun. Jumlahnya 283 orang. Sedangkan pelanggar dari usia 18-30 sebanyak 226 orang. Usia 31-45 sebanyak 119 orang, usia 46-55 sebanyak 98 orang, dan usia 55 ke atas sebanyak 54 orang.

Terkait banyaknya pengendara tanpa mengenakan helm, Iptu Kanisius mengimbau masyarakat untuk sadar, menggunakan helm sangat penting. "Jauh atau dekat, tidak boleh jadi alasan. Keselamatan itu penting dan aturan tetap dipatuhi," katanya.

Meski begitu, pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. "Jangan sampai kita menjadi contoh buruk, terutama bagi para wisatawan. Negara lain sangat tertib. Jangan sampai bule-bule mencontoh warga kita yang kerap tidak menggunakan helm," tandasnya.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia