Rabu, 26 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Hendrik Gasak Kawat Tembaga 42 Kilogram Milik Mantan Bos

15 Januari 2019, 08: 27: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Hendrik Gasak Kawat Tembaga 42 Kilogram Milik Mantan Bos

BUKAN SEKALI: Hendrik saat rilis di Mapolres Buleleng bersama barang bukti kawat tembaga hasil curiannya. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Lantaran terbukti nyolong kawat tembaga seberat 42 kilogram, membuat Hendrik Setiawan, 34, harus mendekam di balik dinginnya jeruji besi. Lelaki yang beralamat di Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng nekat mencuri kawat milik mantan bosnya sendiri demi memenuhi kebutuhan ekonomi.

Ditemui di Mapolres Buleleng, pelaku Hendrik nampak tertunduk lesu saat ditanya awak media. Pelaku mengaku terpaksa mencuri kawat-kawat tembaga itu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Satu kilogram kawat tembaga biasanya dijual oleh Hendrik  sebesar Rp 55 ribu di penadah rongsokan. "Sebelumnya kawat curian saya jual di tempat-tempat rongsokan. Karena gaji kerja di tambak tidak cukup. Karena kan cuma dibayar persenan. Ya terpaksa nyuri. Tapi kalau yang terakhir ini belum sempat jual, keburu ditangkap," singkatnya.

Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Widana menjelaskan Hendrik melakukan aksi pencurian ini pada Rabu (9/1) pukul 02.30. Lokasinya di bengkel tambak milik mantan bosnya, Sunardi, 61, di Banjar Kertakawat, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak.

Kawat tembaga seberat 42 kilogram awalnya diletakkan Sunardi di dalam karung. Mengetahui barang ekonomis itu tergeletak begitu saja, pelaku Hendrik kemudian masuk ke bengkel tambak milik korban dengan cara melompat tembok. Pelaku memang hapal betul seluk-beluk tambak milik korban.  Mengingat pernah bekerja di lokasi itu sekitar 1,5 tahun lalu.

“Kawat tembaga ini biasanya digunakan oleh korban dalam mesin kincir angin di tambak ikan. Setelah dicuri, kawat tembaga langsung disimpan oleh pelaku di rumahnya," ujar Kompol Widana saat ditemui di Mapolres Buleleng, Senin (14/1) siang.

Rupanya bukan kali ini saja Sunardi mengalami kehilangan kawat tembaga. Kasus serupa juga pernah ia alami sebanyak dua kali di tahun 2016 dan 2017. Namun tidak dilaporkan pada pihak yang berwajib. Hingga kawat tembaga miliknya pun hilang untuk yang ketiga kalinya pada Rabu (9/1) dinihari. Korban pun langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gerokgak.

Berbekal adanya laporan tersebut pun bergegas melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku, yang tak lain adalah Hendrik Setiawan, mantan karyawan di bengkel tambak tersebut.

"Di hari Rabu (9/1) pukul 14.30, kami berhasil menangkap pelaku di kediamannya. Barang bukti kawat tembaga kami temukan di kediaman pelaku, sehingga pelaku tidak dapat mengelak. Dan pelaku juga mengakui bahwa dirinya telah mencuri kawat tembaga milik korban yang hilang tahun 2016 dan 2017 lalu itu," jelas Kompol Widana. Atas ulahnya melawan hukum, Hendrik pun dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia