Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Supadma Sebut akan Dilengserkan, Mudarta Bela Diri

15 Januari 2019, 08: 41: 18 WIB | editor : I Putu Suyatra

Supadma Sebut akan Dilengserkan, Mudarta Bela Diri

Made Mudarta (KETUT ARI TEJA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Polemik Golkar sepertinya “menular” ke Partai Demokrat Bali. Tiba – tiba Korwil Partai Demokrat Bali Putu Supadma Rudana menyebutkan bahwa Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta akan dilengserkan dari kursi pucuk pimpinan Demokrat Bali. Menanggapi ini, Mudarta langsung memberikan penjelasan kemarin (14/1).

Mudarta didampingi jajaran pengurus DPD Demokrat Bali memberikan penjelasan. Dia meluruskan bahwa DPP sudah menyiapkan pengganti bagi dirinya, seperti yang diungkapkan oleh Supadma Rudana. “Kami ingin meluruskan, bukan seperti itu maknanya. Cerita ini ada latar belakangnya, yaitu ketika Pak Sekjen (Hinca Panjaitan) memberikan pemaparan beberapa waktu silam,” kata Mudarta kemarin di Kantor DPD Demokrat Bali.

Politisi kalem asal Jembrana ini mengatakan, ada pemaparan dari Sekjen DPP beberapa waktu silam. Yang menyampaikan bahwa, jika ada DPD yang tidak bekerja sudah disiapkan Pelaksana Tugas (Plt). Karena setiap bulan ada evaluasi untuk masing – masing DPD Demokrat dan DPD Demokrat melakukan evaluasi juga terhadap DPC Demokrat se-Bali. “Artinya, hampir semua Ketua DPD Demokrat se-Indonesia sudah disiapkan calon Plt, jika memang dianggap tidak bekerja, bukan hanya Bali. Tapi catat ya, jika dianggap tidak bekerja,” kata Mudarta.

Dia mengatakan, di Bali jelas program kerjanya. Namun memang dengan masa kampanye yang panjang, hampir 7 bulan, amunisi partai Demokrat Bali masih belum keluar. Tapi program kerja secara rinci dan jelas sudah ada. “Kami akan bergerak sekitar bulan Februari, atau kami fokus tiga bulan kebelakang kami bekerja habis – habisan,” kata Mudarta. “Semua sudah tahu, namun masalahnya Pak Supadma dalam pemaparan program kerja Pemilu tidak hadir beberapa kali,” sodok Mudarta.

Terkait dengan pergantian Ketua DPD secara nasional sudah ada mekanismenya. Tidak semata – mata langsung diganti. Apalagi dalam proses pemilu, perlu ada soliditas partai. Jika salah mengganti, bisa malah membuat partai tidak kondusif. “Sehingga dibuatkan mekanisme yang detail, tidak asal – asalan. Kami yakin di Bali tidak ada masalah,” sambungnya.

Baginya, ini semua adalah teknis internal partai yang semestinya tidak disampaikan ke publik. Apalagi dalam situasi semua bekerja untuk partai dalam Pileg. “Kami sih tidak masalah, ketika Pak Putu Supadma membeberkan ada rencana mau melengserkan dirinya. Saya ambil saja positifnya,” imbuhnya.

Baginya hal positif dari sikap Supadma itu akan menjadi cambuk, atau menjadi penyemangat dirinya untuk bekerja. Bagi Mudarta ini juga sangat positif bagi DPD Demokrat Bali. “Kami ambil saja positifnya, anggap saja kami dijewer. Jadinya kami tambah semangat untuk bekerja. Tapi jika Pak Putu Supadma tahu apa saja arah kerja kami, jelas tidak akan ada sikap – sikap demikian,” pungkasnya.

Sikap Mudarta ini muncul setelah muncul sikap Putu Supadma Rudana yang mengatakan Mudarta akan dilengserkan. Dengan menyebut kinerja Mudarta loyo dan tidak ada program serius dalam pemilu tahun ini.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia