Selasa, 25 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Soal Aturan Kantong Plastik, Peritel Diuntungkan tapi Ada Kendala

17 Januari 2019, 09: 51: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Aturan Kantong Plastik, Peritel Diuntungkan tapi Ada Kendala

Ketua DPD Aprindo Bali,Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Peraturan Wali Kota atau Perwali Nomor 36 Tahun 2018 (Perwali 36/2018) tentang Pengurangan Kantong Plastik sudah sah berlaku mulai 1 Januari 2019 lalu. Seluruh toko berusaha menyesuaikan diri dengan peraturan itu. Begitu juga para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) Bali.

Rabu kemarin (16/1), jajaran Aprindo Bali datang ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar untuk mendiskusikan penerapan aturan itu. Asosiasi yang dipimpin Anak Agung Ngurah Agung Agraputra ini mendorong agar DLHK selaku pihak terkait lebih intens menggaungkan aturan tersebut kepada masyarakat.

"Di awal kami sulit untuk menjelaskan kepada pelanggan. Ujung-ujungnya mereka membatalkan transaksi atau mengurangi barang yang akan dibeli. Karena itu, kami ingin mendorong pihak terkait untuk melakukan sosialisasi lebih kepada masyarakat," Anak Agung Ngurah Agung Agraputra.

Sejatinya, sambung dia, adanya aturan yang melarang penggunaan kantong plastik menguntungkan pihak pengusaha ritel. Sebab dari sisi ekonomi, pengusaha tidak perlu lagi menyediakan anggaran untuk menyiapkan kantong plastik.

Namun di lain pihak, kondisi ini juga mendatangkan problem lain. Karena konsumen selama ini terbiasa membawa barang bawaan dengan menggunakan kantong plastik gratis. Dengan kata lain, sejak aturan tersebut diberlakukan selama kurang lebih dua minggu, dampaknya pada tingkat transaksi mulai dirasakan.

“Tidak jarang konsumen melontarkan kekesalan dengan kata-kata yang tidak mengenakan. Ini yang menjadi kendala kami di lapangan. Aturan mudah saja dibuat, namun harus ada tindakan selanjutnya. Karena mengubah kebiasaan masyarakat untuk tidak menggunakan plastik itu sangat susah," jelasnya.

Di sisi lain Kepala DLHK Kota Denpasar, Ketut Wisada, mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi keinginan Aprindo untuk mendukung penerapan Perwali 36 Tahun 2018 tentang penggunaan kantong plastik. "Ya intinya pertemuan kali ini untuk menjalin kerjasama agar peraturan itu bisa terlaksana optimal seratus persen," tegasnya.

Terkait dengan kondisi yang diceritakan pihak Aprindo Bali, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi. Sehingga masyarakat tergugah untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik sebagai sarana membawa barang belanjaan. "Memang benar ini faktor kebiasaan. Makanya kami akan terus mengupayakan sosialisasinya ke masyarakat," pungkas Wisada.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia