Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Buang Sampah Sembarangan di Badung, akan Kena Denda hingga Rp 25 Juta

18 Januari 2019, 20: 54: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Buang Sampah Sembarangan di Badung, akan Kena Denda hingga Rp 25 Juta

SAMPAH: Sampah yang menyumbat saluran air di wilayah Kabupatan Badung, Jumat (18/1). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Masyarakat yang kerap membuang sampah ke jalan, selokan, sungai, atau aliran air lainnya harus menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Pasalnya selain memang berdampak fatal bagi lingkungan, kini Pemkab Badung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan tindakan tegas. Warga akan diawasi dan yang nekat, diancam sanksi kurungan hingga denda maksimal Rp 25 juta.

Hal ini terkait Perda  Nomor 7 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umun dan Ketentraman Masyarakat. Di samping mencemari lingkungan, tak jarang sampah yang menumpuk di sungai atau selokan memicu luapan air hingga banjir. “Masyarakat yang masih kedapatan membuang sampah ke sungai maupun selokan akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp 25 juta atau kurungan penjara tiga bulan," ungkap Kasatpol PP Badung, IGAK Suryanegara, Jumat (18/1).

Suryanegara menegaskan, pihaknya akan mengawasi lokasi-lokasi yang selama ini menjadi sasaran tangan-tangan tak bertanggung jawab. Hal ini bukan sekadar 'gertak sambal'. Pihaknya selaku penegak Perda telah menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat. Bahkan, pihaknya sudah menjatuhkan sanksi kepada beberapa pelanggar melalui sidang Tindak Pidana Ringan alias Tipiring. “Kami akan tipiring jika ada mayarakat yang ketangkap membuang sampah. Ini sudah kami lakukan di Jimbaran dan Kuta dengan mengenakan denda Rp 1 juta sesuai ketentuan Perda,” tegasnya.

Hal ini semata-mata, menurut Suryanegara untuk mewujudkan kelestarian lingkungan serta kenyamanan bersama. Apalagi Badung merupakan daerah tujuan wisata utama di Pulau Dewata. Jangam sampai timbul kesan kumuh. "Jadi langkah ini kami harapka  memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan," terangnya.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Badung, Anak Agung Dalem, juga mengakui kerap menangani sampah yang menumpuk di selokan maupun di sungai. Sebab, sampah yang menumpuk mengakibatkan banjir. “Hampir setiap hari terjadi penumpukan sampah di sungai-sungai dan selokan. Sekarang dibersihkan besok numpuk lagi,” keluhnya.

Diakui, sampah yang terbawa harus hingga menyumbat aliran sungai banyak terjadi di wilayah Badung. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah.“Sepertinya kesadaran masyarakat masih kurang, sungai masih top jadi tempat pembuangan sampah,” terangnya.

Sejalan dengan Satpol PP, Gung Dalem sapaan akrabnya, mengajak masyarakat untuk tertib membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan. "Mari sama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai dan saluran air yang sangat vital perannya bagi kita semua," ajaknya. 

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia