Selasa, 25 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mantan Waitress yang Gasak Emas Temannya, Hasilnya Dibelikan SS

19 Januari 2019, 18: 52: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mantan Waitress yang Gasak Emas Temannya, Hasilnya Dibelikan SS

MENCURI DAN NYABU: Tersangka Dea saat rilis kasus di Mapolresta Denpasar kemarin. (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS-ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kasus pencurian perhiasan emas, gelang dan cincin oleh tersangka Putu Dea Augynia Shanti, 23, menemui babak baru. Hasil pengembangan polisi rupanya uang hasil pencurian digunakan untuk membeli sabu-sabu (SS).

Wanita bertato yang mencuri perhiasan rekannya, Kadek Widiari, 21, di dalam lemari di kamar kosnya di Jalan Tunjung Sari Nomor 1, Banjar Tegehsari Padangsambian Denpasar Barat, pada 15 Desember 2018 ini mengaku sudah setahun menggunakan SS. Namun saat dilakukan penggeledahan di rumahnya tidak ditemukan alat isap mapun SS itu sendiri.

"Selain membeli pakaian dan peralatan kosmetik, menurut pengakuan pelaku juga untuk membeli sabu," ungkap Wakasatreskrim Polresta Denpasar AKP Nyoman Darsana di Mapolresta Denpasar kemarin (18/1).

Kepada petugas, ia mengaku SS itu dibeli dari mantan pacarnya yang berinisial Y. Tersangka juga mengenal SS dari mantan pacarnya ini selama setahun mereka berpacaran. "Masih dikembangkan oleh Unit I. Pengakuan dia sendiri membeli sabu dari mantan pacarnya. Dia juga mengaku sudah setahun mengkonsumsi sabu," terangnya.

Tersangka mengungkapkan tidak ada alasan pastinya mengapa memakai SS. Hanya saja karena ingin mencoba saja hingga keterusan sampai saat ini.

Mantan waitress ini dibekuk anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Denpasar di rumahnya di Banjar Tegal Sari Desa Bubunan Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng pada Rabu (16/1) jam 17.00. Penangkapan tersangka berkat laporan korban dengan laporan polisi nomor : LP-B/47/I/2019/Bali/Resta Dps, tanggal 9 Januari 2019.

Kecurigaan pun langsung dialamatkan kepada tersangka lantaran sebelumnya pelaku ditelpon oleh korban untuk datang ke tempat kosnya. Selanjutnya pelaku datang, namun saat itu korban tidak ada di tempat kos. Pelaku hanya bertemu dengan adik korban bernama Dicky. "Pelaku kurang lebih sendirian satu jam di dalam kamar korban. Karena tidak lama pelaku datang, adik korban keluar. Kesempatan itulah dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil perhiasan korban," terangnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia