Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Features
Pasangan Kekasih yang Baru Jadian di Gianyar

Tinggalkan Acara Ngiring Sasuhunan untuk “Paksa” Pacar Wik Wik

21 Januari 2019, 20: 01: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tinggalkan Acara Ngiring Sasuhunan untuk “Paksa” Pacar Wik Wik

PENCABULAN: Pelaku pencabulan mahasiswi, I Made Sudirgayusa, 23, saat ditunjukkan kepada awak media di Polsek Payangan, Gianyar Senin (21/1). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Seorang pemuda, I Made Sudirgayusa, 23, asal Banjar Gadungan, Desa Bresela, Payangan, Gianyar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pasalnya ia sempat memaksa mengajak berhubungan badan alias wik wik seorang siswi (korban) I Kadek IPS, 19, asal Kecamatan Gianyar. 

Kapolsek Payangan, AKP I Gede Sudyatmaja saat menggelar rilis, Senin (21/1) menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/1) sekitar pukul 19.30. Dijelaskan juga hubungan tersangka dengan korban adalah pasangan kekasih yang baru beberapa hari jadian. Selain itu mereka juga pada awalnya berkenalan melalui media sosial dan berujung pacaran. 

Tindakan asusila itu terjadi saat pertemuan mereka yang kedua kalinya. Pertama mereka bertemu saat tersangka mengungkap perasaan sukanya kepada korban, sedangkan pertemuan yang kedua saat korban akan disetubuhi tersebut. "Karena si korban ini mengaku akan mengerjakan tugas, sehingga tersangka selaku pacarnya menawarkan diri ingin membantunya," terang Kapolsek. 

Sesuai data yang dihimpun saat malam Minggu itu juga, mereka sepakat bertemu di Pasar Pejeng. Tersangka selanjutnya menjemput korban dan membonceng diajak ke rumahnya di Banjar Gadungan, Bresela dan sepeda motor korban ditinggal di Pejeng. Sesampainya di rumah tersangka dikatakan orang tuanya ada di rumah. 

Mereka langsung masuk ke kamar bermaksud mengerjakan tugas. Namun tak berselang lama tersangka langsung memeluk dan berusaha menyetubuhi perempuan yang kuliah di salah satu universitas di Denpasar tersebut. "Korban, I Kadek IPS sempat melakukan perlawanan, dan terus dipaksa oleh pelaku. Karena melawan bibir korban diremas tersangka sampai mengalami luka dan antingnya lepas," papar Sudyatmaja. 

Lantaran tidak terima diberlakukan seperti itu, korban langsung menangis minta diantarkan ke Pejeng untuk mengambil motornya. Merasa tidak terima atas perbuatan pelaku, si korban akhirnya langsung menelepon orang tuanya dan menceritakan kejadian tersebut sambil menangis. Sehingga orang tua korban langsung melaporkan kepada Polisi atas tindakan tersangka terhadap anaknya pada pukul 22.00 malam itu juga.

"Bayangkan saja kalau pasangan berdua di kamar, sehingga tidak menutup kemungkinan ada sesuatu pemikiran negatif yang muncul. Tetapi yang terjadi pemikiran tersangka ini tidak nyambung dengan si korban," ungkapnya.  

Sedangkan saat diwawancarai, tersangka mengaku pada awalnya memang ingin membantu mengerjakan tugas pacarnya. Sampai ngiring sasuhunan (upacara agama) di desanya ditinggalkan karena merasa kasihan dan demi sang kekasih. Namun pemikiran buruk menghampirinya di tengah akan membantu mengerjakan tugas kekasihnya yang baru jadian beberapa hari tersebut. 

Atas perbuatannya itu, tersangka I Made Sudirgayusa terbukti melanggar Pasal 289 KUHP. Yaitu yang berbunyi barang siapa dengan kekerasan atau ancamam memaksa seseorang atau membiarkan dilakukan pada dirinya perbuatan cabul diancam dengan pidana penjara sembilan tahun.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia