Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Enam Tahun Indomaret Sampalan Beroperasi Tanpa Izin

24 Januari 2019, 11: 02: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Enam Tahun Indomaret Sampalan Beroperasi Tanpa Izin

SIDAK: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat melakukan sidak toko modern di Desa Sampalanm Tengah, Dawan, Klungkung, Selasa malam (22/1). (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA-  Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menutup toko modern  Indomaret di Desa Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (22/1) malam. Toko berjaringan itu ditutup karena saat disambangi Suwirta tidak bisa menunjukkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), toko modern yang berdiri sejak 2008 itu, izinnya sudah mati sejak 2013. Artinya selama enam tahun beroperasi tanpa izin yang lengkap.  “Maaf, terpaksa toko ini saya tutup untuk sementara hingga semua izin yang diwajibkan sudah lengkap,” ujar ujar Suwirta saat menutup toko modern itu.

Selain menutup toko tersebut malam itu, Suwirta yang didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perizinan sempat inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa toko modern lainnya. Seperti Alfamart di Jalan Flamboyan, Alfamart dan Indomaret di Banjarangkan, Indomaret di Desa Takmung, serta swalayan Inti di Jalan Gunung Batukaru, Semarapura. Di sana Suwirta tak hanya mengecek kelengkapan izin, melainkan  perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). “Tidak akan berhenti sampai di sini, sidak akan terus kami lakukan dan terus dipantau.  Kami tidak akan tebang pilih, termasuk pengusaha lokal supaya mengurus izin,” tegas Suwirta.

Pascapenutupan Indomaret di Sampalan, pihak Indomaret melalui Supervisor Ida Bagus Surya bertemu dengan Suwirta, Rabu (23/1) kemarin.  Suwirta didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Klungkung Made Sudiarka Jaya menegaskan bahwa pihak Indomaret mesti mematuhi peraturan yang berlaku. “Ikuti saja aturan, aman dah,” saran Suwirta. Dari pertemuan itu, ternyata tidak hanya Indomaret di Desa Sampalan yang beroperasi tanpa izin lengkap.  Begitupula Indomaret di  Lingkungan Galiran, Jalan Puputan, Semarapura juga tidak memperpanjang izin sejak 2014. Namun tetap beroperasi. Atas informasi itu, Suwirta langsung meminta pihak Indomaret menutup sendiri toko itu.

Usai pertemuan itu, Ida Bagus Surya mengakui bahwa setelah izinnya mati sudah berusaha melakukan perpanjangan, namun tidak bisa memenuhi beberapa persyaratan. Akhirnya permohonan izin ditolak. “Kami akan berusaha mengikuti aturan yang berlaku,” janji Surya.

Terkait upaya memperpanjang izin itu juga dibenarkan Sudiarka Jaya. Katanya permohonan perpanjangan izin ditolak pada 2017. Karena ada salah satu syarat tidak bisa dipenuhi. Salah satunya komitmen menjual 20 persen produk lokal. Saat disinggung terkait perpanjang izin ditolak, namun tetap beroperasi, pejabat asal Nusa Penida itu mengakui bahwa setelah perpanjangan izin ditolak sudah koordinasi dengan Pol PP selaku penegak perda agar toko itu tidak beroperasi karena tidak ada izin. “Sudah koordinasi, tapi kenapa tidak dari dulu ditindak, kami kurang tahu. Itu di Pol PP,” ujar Sudiarka Jaya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia