Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Sindikat Internasional Bawa Hampir 1 Kg SS dan 5.428 Ekstasi

28 Januari 2019, 21: 10: 34 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sindikat Internasional Bawa Hampir 1 Kg SS dan 5.428 Ekstasi

TANPA PERLAWANAN: Dua tersangka narkoba beda peran yang ditangkap Jumat pekan lalu, dirilis Satresnarkoba Polda Bali, Senin (28/1). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kerja keras Satresnarkoba Polda Bali selama hampir empat bulan, mengungkap sindikat narkoba antarpulau, akhirnya berbuah manis. Dua pelaku, yakni Nur M Choirul, 20, dan Nyoman Indranata Wijaya, 38, berhasil dibekuk, Jumat (25/1) sekitar pukul 04.00.

Kedua pelaku ini adalah kurir dan pengedar, suruhan jaringan internasional asal Jawa Timur. Mereka ditangkap di tempat berbeda. Nur M Choirul ditangkap di kamar hotel 208, Hotel Puri Asih, Kuta, Badung. Sedangkan Indranata ditangkap di rumahnya di Jalan Sutomo, Denpasar Utara.

Dua pelaku ini beda peran. Nur Choirul sebagai kurir yang mengantar barang dari Jawa, sedangkan Indranata adalah pengedar. Barang bukti (BB) yang diamankan, masing-masing 5.428 butir ekstasi, dan sabu-sabu seberat 966 gram brutto atau hampir 1 kilogram (kg).

Wakil Direktur Satuan Reserse Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko, kepada wartawan menjelaskan, penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi masyarakat. Dari laporan itu, tim opsnal Satresnarkoba bersama Intelkam Polda Bali, yang dipimpin Wadir AKBP Sudjarwoko, langsung melakukan pengintaian.

Walhasil, Nur Choirul digerebek di kamar hotel di Kuta pada Jumat (25/1) pagi. Kendati begitu, tim tak mendapati BB pada pelaku. Usai diamankan dan diinterogasi, pelaku mengakui sudah menyerahkan BB kepada Indranata.

"BB sudah diserahterima kepada tersangka (Indranata Wijaya) yang ada di Gerenceng, Denpasar Utara. Tim melakukan pengejaran dan tepat pukul 04.30 pagi, kami lakukan penggeledahan tersangka (Indranata)," jelas Sudjarwoko, Senin (28/1).

Saat hendak ditangkap di rumahnya, Indranata tak mau membuka pintu kamar. Kemudian polisi terpaksa mendobrak pintu. Indra ditangkap tanpa perlawanan.

"Di meja depan tempat tidur tersangka, didapatlah 5.428 butir ekstasi ini. Kemudian kami geledah di bawah spring bed, antara alas dan kasurnya, ditemukanlah sabu 966 gram brutto," terangnya.

Berdasarkan pendalaman, Nur Choirul mengaku mendapat narkoba dari salah seorang yang menjadi target polisi di Jawa Timur. "Ini (tersangka) adalah salah satu suruhan bandar berinisial GS. Bandar itu merupakan jaringan internasional. Dia mengimpor barang sendiri dari China dan Malaysia," imbuh Sudjarwoko.

Nur Choirul mengirim narkoba dari Jawa Timur melalui jalur darat. Tersangka Nur dan Indra berkomunikasi lewat telepon dan bertransaksi di wilayah Sanur, Denpasar.

Rencananya, narkoba akan diedar di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, hingga Buleleng, termasuk kepada salah seorang Napi di Lapas Kerobokan. "Tersangka NIW (Indranata) mengaku mendapat upah Rp 2 juta, kalau NM C (Choirul) kami masih melakukan pendalaman,” katanya. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia