Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Jadi Tersangka, Rumana Tetap Jalankan Tugas Perbekel

31 Januari 2019, 06: 47: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jadi Tersangka, Rumana Tetap Jalankan Tugas Perbekel

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Polres Karangasem sudah menetapkan Perbekel Sinduwati I Nengah Rumana sebagai tersangka lantaran diduga mengkampanyekan dua calon legislatif (caleg). Namun sejauh ini Pemkab Karangasem belum menyikapi  penetapan tersangka itu. Rumana masih tetap bertugas sebagai perbekel. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karangasem Komang Agus Sukasena mengaku belum mengetahui Rumana ditetapkan tersangka. Pihaknya sebatas tahu bahwa sempat ada surat panggilan dari Polres Karangaem, Senin (28/1) lalu.

Surat langsung ditindaklanjuti ke Rumana tanpa dilihat secara rinci maksud surat panggilan itu, termasuk status perbekel salah satu desa di Kecamatan Sidemen itu. "Saya tidak baca detail. Oh ternyata tersangka ya," ujar Agus Sukasena Rabu (30/1) kemarin. 

Agus Sukasena mengatakan, penetapan tersangka tidak membuatnya langsung bisa me-nonaktifkan, apalagi sampai proses Penggantian Antarwaktu (PAW) Rumana sebagai perbekel. Rumana boleh dinonaktifkan ketika proses hukum berlangsung lama atau ditahan. Agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan desa, bisa ditujuk pejabat pelaksana tugas atau Plt. Misalnya menunjuk sekretaris desa menggantikan sementara hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. "Kalau sampai sekarang belum ada ditunjuk pengganti sementara," jelas Agus Sukasena. 

Setelah nanti putusan pengadilan menyatakan Rumana bersalah, baru dibahas soal penggantinya. Ketika sisa  jabatan kurang dari setahun, maka tetap ditunjuk Plt. Kalau sisa jabatan lebih dari setahun, baru di-PAW-kan. "Begitu mekanismenya," terang Agus Sukasena.

Polres Karangasem menetapkan Perbekel Sinduwati, I Nengah Rumana sebagai tersangka. Ia tersangka dugaan pelanggaran pemilu. Sesuai jadwal, Rumana akan menjalani sidang perdana, Senin (4/2) mendatang.

Rumana berurusan dengan aparat hukum berawal dari laporan Bawaslu Karangasem pada Selasa (22/1) lalu. Dia diduga melakukan kampanye di Masjid Jami' Al Abror, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen pada 28 Desember 2018.

Rumana diduga mengkampanyekan dua calon legislatif (caleg). Yakni caleg DPR RI Gde Sumarjaya Linggih dari Partai Golkar dan caleg DPRD Bali I Gusti Putu Widjra dari Partai Hanura.

Dia diduga melanggar Pasal 490 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dengan ancaman hukuman penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta. Bawaslu juga merekomendasikan ke Bupati Karangasem karena dinilai melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia