Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tiga Terdakwa Aborsi Divonis Sama, 14 Bulan

31 Januari 2019, 07: 15: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tiga Terdakwa Aborsi Divonis Sama, 14 Bulan

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Sidang kasus aborsi yang terjadi di Klungkung Agustus 2018 memasuki agenda putusan di Pengadilan Negeri (PN) Negeri Klungkung Rabu (30/1) kemarin.

Majelis Hakim yang dipimpin Kukuh Kurniawan menjatuhkan hukuman yang sama terhadap ketiga terdakwa. Yakni Ni Kadek Dwigitari, 18; I Wayan Alit Ariasa, 18; serta dukun pijat Ni Wayan Ada,72. Mereka divonis bersalah dengan hukuman masing-masing penjara 14 bulan. Kemudian denda Rp 30 juta subsider satu bulan penjara.

Putusan majelis hakim itu lebih ringan enam bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang sebelumnya. JPU dari Kejari Semarapura Dewa Gede Agung M. Gautama menuntut ketiga terdakwa masing-masing 20 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider dua bulan penjara.

Mereka dituntut sesuai dakwaan primer dengan ancaman hukuman sesuai Pasal 77 A ayat (1) juncto Pasal 45 A Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Pasal yang dikenakan sama dengan tuntutan. Hanya putusan lebih ringan. Ketiga terdawa divonis sama," ujar Ni Ketut Latri, penasehat hukum terdakwa I Wayan Alit Ariasa dan Ni Wayan Ada. 

Atas putusan majelis hakim itu, Latri menegaskan ketiga terdakwa menerima, karena dinilai sudah ringan. Sedangkan JPU masih pikir-pikir. "Itu sudah ringan, makanya tidak naik banding," terang Latri.

Kasus aborsi yang oroknya dibuang di Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan tersebut bikin geger pada Senin 27 Agustus 2018. Orok tersebut dibuang oleh Dwigitari.

Kehamilannya itu merupakan buah cinta dengan pacarnya, Alit Ariasa, yang ikut terseret ke meja hijau. Untuk menggugurkan kandungan, mereka dibantu  dukun pijat Ni Wayan Ada. Nenek asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Nenek Ada membantu menggugurkan kandungan dengan cara mengurut perut Dwigitari. Kemudian memasukkan tangkai daun singkong yang sudah diolesi minyak ke alat vital remaja tersebut.

Kandungan tersebut tidak langsung gugur di rumah Wayan Ada, melainkan gugur di rumah Dwigitari di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia