Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bupati Lombok Utara Hentikan Pembangunan Pura, Koster Janji Cek

01 Februari 2019, 20: 38: 47 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bupati Lombok Utara Hentikan Pembangunan Pura, Koster Janji Cek

Wayan Koster (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Masyarakat Bali ikut geger dengan kebijakan Bupati Lombok Utara. Sebab Bupati Lombok Utara membuat surat untuk menghentikan kegiatan keagamaan dan pembangunan pura. Atas kondisi ini Gubernur Bali Wayan Koster menyikapi dan berjanji akan mengecek masalah ini secara detail.

Gubernur Bali Wayan Koster menyayangkan surat yang dikeluarkan Bupati Lombok Utara Najmul Akyar. Menurutnya, Koster mengatakan tidak boleh seperti itu. “Tidak boleh seperti itu, semestinya tidak ada begitu,” kata Koster saat dikonfirmasi kemarin.

Dia mengatakan Indonesia adalah Negara Kesatuan RI (NKRI). Jika memang sudah memenuhi syarat, tidak ada alasan untuk melarang. “Kita kan berada di Negara Kesatuan RI (NKRI), jika memang sudah memenuhi syarat kenapa dilarang,” kata Gubernur asal Semiran, Buleleng ini.

Gubernur yang adalah Ketua DPD PDIP Bali ini mengatakan, segera akan melakukan koordinasi dan mengecek terkait kabar tersebut. Atau terkait dengan surat Bupati Lombok Barat itu. “Biar dapat informasi jelas, saya akan cek dulu, biar pasti. Apa sebenarnya yang terjadi,” kata Koster.

Sebelumnya tersebar surat di media sosial, Surat Bupati Lombok Utara dengan nomo 530/05/Kesbangpol/2019, sifat penting, prihal penghentian sementara kegiatan dan pembangunan pura. Yang ditujukan kepada Pengurus Pura Awan Rinjani Perwata di Bayan.

Di awal surat memang bagus, dijelaskan bahwa untuk menjamin kemerdekaan dan kebebasan tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan, maka pemerintah daerah berkewajiban melindungi setiap penduduk untuk melaksanakan ajaran agama dan peribadadatannya. Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan, perundang – undangan, tidak menyelahgunakan atau menodai agama. Serta tidak menganggu ketentraman dan kepentingan umum.

Di alenia kedua, disebutkan bahwa dalam rangka menjalankan tugas ketentraman dan ketertiban masyarakat sebagaimana diatur dalam pasal 65 huruf b UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka berdasarkan rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Utara, nomor 005/05/FKUB/2018 tanggal 7 November tahun 2018. Prihal tanggapan terhadap permohonan izin renovasi dan pelaksanaan kegiatan sadara, untuk menghentikan sementara seluruh kegiataan keagamaan dan pembangunan Pura Awan Rinjani Parwata. Demikian untuk maklum dan atas perngertiannya disampaikan terima kasih. Ditanda tangani oleh Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.

Surat ini ditembuskan, ke Kapolres Lombok Utara, Kejari Mataram, Dandim 16006 Lombok Utara di Mataram, Kepala Kantor Agama Lombok Utara, Kasatpol PP dan Damkar Lombok Utara, Camat Bayan di Bayan, Kepala Desa Sambik elen di Sambik Elen dan arsip. Surat ini memang belum menjelaskan latar belakang dihentikan sementara pembangunan Pura Awan dan Kegiatan Keagamaan. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia