Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Kolom

Rocky Gerung dan Kitab Suci Fiksi

Oleh Anisa Medina*

02 Februari 2019, 21: 07: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Rocky Gerung dan Kitab Suci Fiksi

Rocky Gerung (jawapos.com)

BUKAN hal baru jika Rocky Gerung menyita perhatian publik karena komentar-komentar kontroversional yang terlontar di media sosial, bahkan ketika dirinya diundang live sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi. Salah satu contoh yang paling menghebohkan adalah ketika ia mengatakan bahwa kitab suci adalah fiksi atau imajinasi hasil pemikiran manusia. Sontak masyarakat dunia maya menjadi heboh dan banyak yang menentang.

Lalu siapa sih Rocky Gerung?

Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia pada tahun 1979. Ia pertama kali masuk ke jurusan ilmu politik, yang saat itu tergabung dalam Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, sebelum memutuskan pindah ke jurusan ilmu filsafat dan lulus pada tahun 1986. Selama berkuliah, Rocky dekat dengan para aktivis berhaluan sosialis seperti Marsillam Simanjuntak, Hariman Siregar, dan lain-lain. Bersama tokoh-tokoh seperti Abdurrahman Wahid dan Azyumardi Azra, Rocky ikut mendirikan Institut Setara, sebuah wadah pemikir di bidang demokrasi dan hak asasi manusia, pada tahun 2005.

Pernyataan kontroversional Rocky Gerung pertama kali muncul dalam acara televisi Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan di stasiun televisi TVOne tahun lalu. Saat itu dia menjelaskan bahwa kitab suci adalah fiksi karena muncul dari pemikiran manusia dan hanya dianggap karangan. Rocky menjelaskan salah satu contoh imajinasi yang dimaksudnya adalah bayangan seseorang akan wujud neraka atau surga saat membaca kitab suci. Tuhan memberikan fiksi kepada manusia agar berimajinasi. Sementara, ketika orang menyebutkan fiksi sebagai hal buruk itu disebutnya menjadi indikator buruk tingkat literasi.

Pernyataan itu akhirnya menimbulkan polemik dan membuatnya diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penistaan agama dan menyebarkan SARA. Rocky dilaporkan oleh beberapa Ormas karena dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Rocky dianggap telah menistakan beberapa agama sekaligus karena kitab suci menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merujuk ke Alquran, Injil, Weda, dan lain-lain. Sedangkan fiksi menurut KBBI adalah sesuatu yang tidak nyata. Sehingga bisa dipastikan bahwa Rocky telah menistakan beberapa agama sekaligus.

Meskipun Rocky Gerung dosen pengampu mata kuliah Metodologi dan Filsafat Politik di Universitas Indonesia, tak membuat pemikirannya menjadi cerdas malah membuatnya sesat berfikir. Hal ini membuktikan bahwa kecerdasan berfikir seseorang muncul karena sebuah pemikiran yang dilandasi keimanan dan ketakwaan terhadap agama yang dipercayai oleh masing masing pemeluknya, dan membuat bisa berfikir dengan nalar dan akal sehat. Akan sangat menyedihkan apabila isu SARA terus digoreng untuk kepentingan politik, yang tentunya akan sangat mengganggu keharmonisan toleransi beragama di Indonesia. (*)

*) Penulis adalah Mahasiswa di PTN Jakarta

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia