Jumat, 26 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polda Bali Berikan Arahan Antisipasi Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

06 Februari 2019, 13: 07: 28 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Dir Intelkam silaturahmi ke Banjar Canggu

Dir Intelkam silaturahmi ke Banjar Canggu, Desa Canggu, Selasa (5/2). (polda bali for bali express)

DENPASAR, BALI EXPRESS - Polda Bali terus bersinergi dengan masyarakat untuk mengantisipasi adanya berita Hoax dan ujaran kebencian. Kali ini, Polda Bali melalui Dir Intelkam melakukan giat silaturahmi ke Desa Canggu, tepatnya di Banjar Canggu.

"Pertemuan kita hari ini memang membicarakan tentang bagaimana mengantisipasi berita Hoax dan ujaran kebencian yang saat ini mulai menjamur banyak di masyarakat," ujar Wadir Intelkam Polda Bali AKBP Dwi Wahyudi, Selasa (05/02).

Menurutnya, aparat Desa merupakan penyaring. Dengan demikian informasi apapun yang masuk bisa dikoordinasikan sebelum disampaikan  kepada masyarakat. "Di sini ada Polsek 24 jam, apabila ada informasi yang meresahkan masyarakat," tandasnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi Desa Adat Canggu yang berinsiatif dengan mengundang Polda Bali untuk memberikan arahan bagaimana cara mengantisipasi dan menghindari berita hoax dan ujaran kebencian. "Inisiatif Desa Adat Canggu bersurat kepada Polda Bali, diterima oleh Dir Intelkam," akunya.

Bahkan, akhir Februari ini, Kapolda Bali akan mengundang seluruh bendesa adat se-Bali dan pecalang akan untuk menyamakan pandangan dan persepsi dalam mengamankan Bali.

Sementara itu, Bendesa Adat Canggu I Nyoman Sujapa mengatakan, pihaknya memang berinisiatif mengundang Polda Bali. Menurutnya, di masyarakat saat ini terjadi pengkotak-kotakan, berita hoax, dan ujaran kebencian. "Kami merasa agak waswas, karena kami di sini masyarakat yang heterogen," katanya.

Tujuan dari mengundang Polda Bali untuk memberikan arahan yakni meminta informasi tentang bagaimana menyikapi penyelenggaraan Pileg dan Pilpres supaya berjalan kondusif.

Masyarakat Canggu sendiri, terang Sujapa, merasa sedikit resah dengan perkembangan dan informasi di media sosial (medsos). "Media sosial yang tidak  terkendali, dan itu yang sangat (kami) khawatir," pungkasnya.

(bx/art/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia