Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Minta SIM, Dek Pendak Dihajar Istri

08 Februari 2019, 08: 14: 54 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Minta SIM, Dek Pendak Dihajar Istri

SIM : Dek Pendak mengajak calon istri keduanya menemui istrinya untuk meminta SIM alias Surat Izin Mamadu (menikah lagi), yang disambut dengan pecutan dan hantaman sapu lidi. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR- Jadi suami jangan keterlaluan seperti Dek Pendak. Berangkat izin matajen (sabung ayam) dikasi bekal sama istri, urusan beli tuak juga dikasi uang. Pergi malam, maceki, pulang pagi pun sepertinya tak terlalu masalah.

Punya istri seperti Dewik yang tak banyak nuntut, bukan berarti tak punya prinsip. Jadi, jangan harap bisa main perempuan lagi, dan jangan pula bisa mendapatkan izin untuk poligami. Makanya, ketika Dek Pendak mencoba membawa selingkuhannya pulang ke rumah untuk bertemu dengan istrinya, sekaligus minta izin agar bisa punya istri kedua, Dewik yang saat itu sedang membuat banten langsung murka. Tubuh Dek Pendak langsung jadi sasaran pecutan janur bertubi. Tak hanya itu, sapu lidi pun ikut jadi senjata hingga membuat Dek Pendak lari tunggang langgang. Begitulah adegan kocak syuting video klip single lagu ketiga Dek Pendak yang bertajuk SIM (surat izin mamunyah, matajen, maceki) yang berlokasi di Pistonhead official, Pura Jaban Jeroan Lembeng, dan Sarang Semut Selem, yang dirilis Rabu (6/2) kemarin. Penyanyi Kadek Pendak langsung jadi pemeran utama (suami), istrinya diperankan Dewik, sementara yang menjadi selingkuhannya adalah Ocink.

Lagu karya Jik Mayun, pemain keyboard Grup Joni Agung & Double T ini, aransemen musik dan video klipnya dibantu  Sandi Lazuardi yang juga pemain saxophone dari Joni Agung & Double T.  Tampilan Dek Pendak makin meriah karena ditopang pendukung Semeton Semut Selem Lembeng.

Jik Mayun mengatakan bahwa video klip SIM bercerita tentang seorang suami yang diberikan kebebasan oleh istrinya. Namun, sang suami ulahnya semakin menjadi-jadi. Dan, suatu  saat dia malah ingin meminta izin untuk menikah lagi. "Saat itulah sang istri benar benar naik pitam. Tentu saja sang istri tidak mengizinkan," papar Jik Mayun yang sudah membuatkan tiga single untuk pria lucu yang menato tubuhnya kaya buku ini kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di Denpasar, Rabu (6/2) kemarin di Sanur.

Ternyata saat syuting Dek Pendak juga runyam, lantaran Dewik yang memerankan menjadi istrinya benar benar memecut keras keras tubuh Dek Pendak dengan janur hingga badannya kemerahan. " Untung tak  jadi pengulangan adegan karena semuanya berjalan apa adanya. Prinsipnya terus berkarya dan memajukan musik, khususnya Bali dengan tema sedikit humor,  karena masalah percintaan sudah biasa," papar Jik Mayun.

Dek Pendak Upah Hidup namanya terbilang aneh sekaligus isyaratkan sosoknya memang lucu. Tak hanya gerak dan ucapannya yang kerap bikin tertawa, tapi tatonya juga unik,  ratusan nama temannya di torehkan di tubuhnya. Potensi pria yang juga berprofesi sebagai bengkel di kawasan Sanur ini, dilihat Jik Mayun.

Pemain keyboard  berambut keriwil ini  lantas bereksperimen dengan lagu bertajuk Bin Pidan Lakar Nganten yang dirilis tahun lalu, disusul Dut Kledat-Kledut. Reaksi pecinta musik reggae ternyata mengagetkan, meski Dek Pendak tak punya basik seni musik, apalagi olah vokal. Namun, ramuan Jik Mayun yang apa adanya menampilkan aksi pria yang juga pakai tato di kening ini, justru disukai. Misi yang diberikan Jik Mayun ini diakui Dek Pendak  samasekali tak pernah terbayangkan. Kini, kembali Dek Pendak dijadikan sasaran Jik Mayun untuk menyanyikan lagu SIM yang kian menggelitik publik karena sangat dekat dengan ulah keseharian sebagian orang Bali. "Semoga single ketiga ini bisa diterima dan mengjibur , dan tetap semangat. Semangat apa kaden karena jalannya masih panjang, ada yang becek, juga ada yang belum diperbaiki, yang penting jaen selalu," ujar Dek Pendak. Nah tau kan seperti apa kacaunya jawaban Dek Pendak? 

(bx/rin/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia