Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Kolom

Prabowo Sebut Harga Beras-Daging Indonesia Tertinggi di Dunia

Oleh: Gani Permata*

17 Februari 2019, 20: 37: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Prabowo Sebut Harga Beras-Daging Indonesia Tertinggi di Dunia

Prabowo Subianto (ISTIMEWA)

Share this      

KUNJUNGAN Prabowo Subianto ke Kabupaten Blora tengah menjadi sorotan. Masih dalam rangka kampanye Pilpres 2019, Capres nomor urut 02 ini kembali memberikan pernyataan kontroversial. Prabowo menyebut harga beras, daging sapi, dan daging ayam di Indonesia adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

“Beras di Indonesia jadi salah satu yang tertinggi di dunia, demikian daging juga tertinggi di dunia. Daging ayam tertinggi di dunia. Perjuangan kami adalah untuk kita perbaiki keadaan ini dengan segera,” ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, tingginya harga diperparah dengan kondisi ekonomi mayoritas rakyat Indonesia yang dalam keadaan sulit. Ia menilai hal ini terjadi karena kebocoran kekayaan negara. Sehingga menyebabkan kekayaan yang seharusnya dinikmati masyarakat justru mengalir keluar. Prabowo pun berjanji jika terpilih menjadi Presiden ia akan segera memperbaiki kondisi tersebut dan mengamankan kekayaan yang dimiliki bangsa.

Menanggapi pernyataan tersebut, politikus Hanura, Inas Nasrullah Zubir mengatakan Prabowo kembali menyebarkan hoax. Menurutnya, Prabowo telah gelap mata untuk merebut kekuasaan sehingga kerap kali menyampaikan informasi tanpa riset.

“Sungguh sangat mengherankan dengan pernyataan Prabowo mengenai harga beras, daging sapi, dan daging ayam, karena untuk mencari harga-harga komoditas tersebut di internet akan sangat mudah. Tapi sayangnya Prabowo Subianto sudah gelap mata akibat nafsu untuk merebut kekuasaan yang sudah tidak bisa ditahan lagi,” ujar Inas.

Inas pun lantas membeberkan harga-harga beras di Asia berdasarkan data global. Dirinya menyebut harga beras hingga daging di Indonesia termasuk yang terendah di Asia. Berdasarkan basis data global, Numbeo, harga beras di Indonesia berada di urutan ke 80 dari 89 negara yang masuk daftar. Dimana daftar tersebut diurutkan dari negara dengan harga tertinggi hingga terendah. Harga beras di Indonesia hanya lebih mahal dari Polandia yaitu Rp 11.857, Vietnam Rp 11.262, Nepal Rp 10.996, Kazakhstan Rp 10.049, India Rp 9.895, Bangladesh Rp 9.746, Mesir Rp 9.035, Tunisia Rp 8.134, dan Sri Lanka Rp 7.847.

Sementara untuk harga daging sapi, Indonesia berada di urutan ke 49 dari 89 negara diurutkan dari negara dengan harga paling tinggi. Harga sapi di Indonesia adalah Rp 118.373. Sedangkan Swiss adalah negara dengan harga daging sapi paling tinggi yaitu Rp 675.498, disusul oleh Norwegia Rp 385.302, Islandia Rp 354.412, Korea Selatan Rp 312.577, dan Hong Kong Rp 276.390.

Untuk harga daging ayam, berdasarkan data yang dihimpun oleh CEIC, rata-rata harga eceran daging ayam di Indonesia adalah sebesar US$ 3,21.kg (Rp 44.940/kg). Harga ini masih terbilang relatif murah jika dibandingkan dengan harga daging ayam di Singapura yang masih sebesar US$ 4,72/kg. Apalagi Jepang, dimana harga 1 kilo daging ayam mencapai US$ 12,21.

Pernyataan Prabowo mengenai tingginya harga beras dan daging sapi memperlihatkan bahwa Paslon Prabowo-Sandi lagi-lagi menebar hoaks untuk menakut-nakuti rakyat dalam kampanyenya. Integritas Prabowo sebagai calon presiden pun dipertanyakan. Seharusnya sebagai calon pemimpin, Prabowo menyajikan data berdasarkan fakta, bukan hoax dan melakukan cross check terhadap informasi yang akan disampaikan kepada publik.

Pola penyebaran hoaks ini dinilai tidak memberi pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, malah cenderung berbahaya bagi kontestasi Pemilu. Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, seluruh pihak seharusnya turut serta menjadikan Pemilu 2019 bersih dan jujur, serta tidak menakut-nakuti rakyat dengan berita bohong. (*)

*) Penulis adalah Mahasiswi Universitas Persada Indonesia

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia