Minggu, 21 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tersesat di Gunung Agung, Dua Wisatawan Rusia Teriak-teriak

24 Februari 2019, 21: 15: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tersesat di Gunung Agung, Dua Wisatawan Rusia Teriak-teriak

SELAMAT: Dua wisatawan asal Rusia yang tersesat di Gunung Agung berada di Mapolsek Bebandem, Minggu (24/2). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Dua wisatawan Rusia tersesat di Gunung Agung, Karangasem, Minggu (24/2) kemarin. Mereka adalah Dima Leonov,36, dan Artem Andashov,34. Keduanya  mendaki lewat jalur Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Sabtu (23/2) malam. Tidak tahu jalur turun, akhirnya teriak-teriak minta tolong.

Kedua wisatawan itu bisa turun setelah bertemu dengan seorang warga yang sedang menyabit rumput. Warga tersebut menghubungi warga lainnya karena tidak bisa bahasa asing. Wisatawan yang selama di Bali menginap di kawasan Canggu, Badung itu pun bisa turun dengan selamat lewat jalur Pasar Agung di Dusun Yeh Kori, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. “Atas informasi salah seorang warga yang sedang nyabit, akhirnya ada warga lain naik menjemput wisatawan itu,” ungkap Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Sukarita.

Berdasarkan keterangan dua wisatawan, Sukarita menuturkan bahwa keduanya mendaki gunung yang aktivitasnya masih level III (Siaga) untuk melihat sunrise (matahari terbit).  Di tengah perjalanan turun gunung terjadi kabut tebal. Mereka tidak menemukan jalan. Bermodal nekat, turun mengikuti aliran sungai di lereng gunung. “Mereka turun sambil teriak-teriak minta tolong. Akhirnya ketemu warga,” jelas Sukarita. Saat tiba di Pura Pasar Agung Desa Jungutan, keduanya tampak sehat. Hanya kelelahan diperkirakan lapar dan haus.  

Ketua Pasebaya Gunung Agung I Gede Pawana mengungkapkan, sering terjadi wisatawan mendaki perlu disikapi pemerintah daerah. Sebagaimana rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dilarang ada aktivitas di radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung. Itu karena gunung tertinggi di Bali tersebut masih berada di level III (Siaga). Sewaktu-waktu bisa meletus. “Sering ada wisatawan diam-diam mendaki. Celakanya lagi, mereka tersesat karena tidak mengajak pemandu,” kata  Pawana.

Kejadian wisatawan tersesat beberapa kali terjadi. Pawana berharap Pemkab Karangasem memperbanyak rambu larangan mendaki berupa spanduk dan media lainnya, dipasang di jalur-jalur pendakian dengan menggunakan beberapa bahasa. “Kalau sudah banyak ada tanda larangan mendaki, masih saja ada naik gunung. Berarti itu wisatawannya memang bandel. Bukan karena tidak tahu ada larangan,” tegas Pawana.

Selain wisatawan tersesat, beredar video dua wisatawan berlari dari puncak karena Gunung Agung tiba-tiba erupsi. Kejadian itu diperkirakan Jumat (22/2) lalu. Saat itu Gunung Agung dua kali erupsi. Pada pukul 16.31 Wita teramati asap kawah bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi 700 meter di atas puncak kawah. Erupsi susulan terjadi 30 menit kemudian dengan ketinggian 300 meter di atas puncak kawah.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia