Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Jembatan Perbatasan Lelateng-Baluk Diserbu Sampah

24 Februari 2019, 21: 34: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jembatan Perbatasan Lelateng-Baluk Diserbu Sampah

SEMBARANGAN: Tumpukan sampah masih terlihat di timur jembatan perbatasan Kelurahan Lateng dengan Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana, Minggu sore (24/2) kemarin. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Masih adanya oknum warga yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan di sekitar jembatan perbatasan Kelurahan Lelateng dengan Desa Baluk di Kecamatan Negara, Jembrana menjadikan kawasan tersebut menjadi kumuh. Selain itu, keberadaan sampah rumah tangga tersebut mencoreng wajah dua desa/kelurahan setempat. Apalagi dua desa/kelurahan setempat ini, tengah menggencarkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing, dan sama-sama telah miliki Tempat Pengelolaan Sampah dengan sistem reuse, reduce and recycle (TPS 3R).

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) Minggu sore (24/2) kemarin, tumpukan sampah yang dibungkus kantong plastik berserakan di sisi selatan jalan sebelah timur jembatan yang menjadi bagian wilayah Kelurahan Letateng. Padahal di tempat itu juga sudah terpasang tanda larangan membuang sampah. Namun keberadaan tanda larangan yang tulisannya memang tampak sudah mulai pudar tersebut seperti tidak ada artinya bagi oknum-oknum warga yang tetap saja membuang sampah di pinggir jembatan tersebut. Tumpukan sampah yang juga mengeluarkan bau busuk itu bahkan  juga meluber sampai ke badan jalan, dan menempel di aspal karena terlindas kendaraan yang lewat di jalan setempat. 

Salah seorang warga sekitar, mengatakan, keberadaan sampah yang dibuang oknum-oknum warga itu, juga kerap mengundang prasangka buruk antar kedua desa/kelurahan setempat. Namun secara pasti, belum diketahui apakah sampah-sampah rumah tangga itu dibuang oknum warga dari dua desa/kelurahan setempat. Sampah-sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, itu kerap dibersihkan kedua pihak desa/kelurahan setempat. "Memang lebih sering numpuk di timur jembatan (wilayah Lelateng, Red). Tetapi sebelum-sebelumnya, juga pernah dibuang di barat jembatan. Walaupun sudah dibersihkan, tetapi beberapa harinya tetap ada sampah. Sulit membuktikan dari mana orangnya, karena selama ini tidak pernah tertangkap orangnya," ujar salah satu warga Lelateng yang enggan namanya dikorankan ini. 

Sementara Lurah Lelateng, I Kade Suardana, Minggu kemarin mengakui jika ulah oknum warga yang membuang sampah sembarang di perbatasan itu sangat membuat geram pihaknya, baik di Lelateng maupun di Baluk. Sebelumnya, ada kecurigaan sampah-sampah itu, dibuang warga Lelateng, mengingat di Desa Baluk sudah melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di masing-masing rumah tangga. Namun saat ini, di Lelateng juga sudah mulai dilakukan pengelolaan serupa, dan tetap saja ada sampah di perbatasan tersebut. "TPS 3R di Lelateng memang baru dibangun tahun lalu. Tetapi sudah jalan. Dan walaupun warga kami di Lelateng, kan lebih baik membawa sampah ke TPS 3R yang sudah ada di Lelateng," katanya.

Pihaknya di Kelurahan Lelateng, mengaku, sebenarnya ingin mengungkap siapa oknum warga yang membuang sampah di perbatasan tersebut. Dimana oknum-oknum yang diduga biasa membuang sampah memasuki antara malam hingg dini hari, itu dinilai sudah merepotkan pihak Kelurahan yang sudah berulang kali turun membersihkan sampah tersebut. "Rencanaya kami mau nyewa orang yang siap berjaga 24 jam di sana. Kalau pun ternyata warga kami dari Lelateng, kami akan berikan sanksi tegas. Tetapi kalau ternyata dari luar, kami harapkan juga ada sanksi tegas dari aparat di wilayah asalnya. Senin besok (hari ini, Red) akan kami bersihkan lagi," pungkasnya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia