Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

DLHK Denpasar Gelar Penukaran 10 Botol Plastik Bekas dengan Tumbler

28 Februari 2019, 09: 04: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

DLHK Denpasar Gelar Penukaran 10 Botol Plastik Bekas dengan Tumbler

RAMAI: Warga dan anak-anak ramai-ramai menukarkan botol plastik bekas dengan botol tumbler di stand DLHK Taman Kota Denpasar kemarin (27/2). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ada yang menarik dari acara HUT ke-231 Kota Denpasar, Rabu (27/2) kemarin. Pasalnya berbagai OPD menggelar pameran dan pelayanan publik terbuka di Taman Kota Denpasar. Salah satu stand pameran yang banyak diminati, yakni stand milik DLHK Kota Denpasar. Masyarakat berduyun duyun datang membawa satu kresek penuh botol air mineral platik bekas, untuk ditukarkan dengan sebuah tumbler air mineral. Program penukaran 10 botol plastik air mineral bekas tersebut, merupakan salah satu upaya penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan sampah plastik. Hal itu yang dipaparkan Kadis DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada ketika di konfirmasi kemarin.

Menurutnya dengan adanya program tukar 10 botol air mineral bekas dengan sebuah tumbler, cukup menarik dan efektif merangsang kepedulian masyarakat. “Cukup efektif ya, masyarakat datang berduyun-duyun membawa puluhan botol air mineral bekas untuk ditukar. Karena tumbler yang kami miliki cukup terbatas, makanya kita batasi satu orang hanya boleh menukar satu kali. Agar yang lain kebagian juga,” jelas Wisada.

Selain itu, Wisada berharap partisipasi semua pihak untuk mendukung suksesnya penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentag pengurangan sampah plastik ini. Dimana, dengan adanya partisipasi pengawasan, monitoring, serta pembinaan, dengan menggandeng semua pihak hingga tingkat terbawah, maka penerapan pengurangan sampah plastik ini dapat dimaksimalkan. “Dengan sinergitas semua pihak, maka penerapan Perwali Nomor 36 tahun 2018 ini dapat dimaksimalkan,” jelas Wisada.

Hal senada juga diungkapkan Tu De , 29, salah seorang karyawan swasta yang kemarin terlihat membawa dua buah kresek besar berisi botol air mineral bekas, untuk ditukarkan dengan sebuah tumbler. “Saya baru tahu infonya tadi pagi. Kebetulan di rumah saya suka memilah dan mengumpulkan sampah plastik dan botol bekas. Karena tidak tahu ditukarkan kemana, jadi menumpuk di sudut rumah. Nah, mumpung sekarang ada acara ini, ada hasilnya lah,” ujar Tu De. 

Dia berharap pemerintah tak hanya membuat peraturan soal sampah plastik. Tapi juga penyaluran sampahnya juga. “Saya pribadi apresiasi soal Perwali sampah itu. Tapi kalau cuma aturan tanpa solusi, sama saja bohong kan?, contohnya seperti saya dan keluarga. Kami sudah memilah sampah, lalu mengumpulkan sampah plastiknya, terus bingung mau disalurkan kemana. Ke bank sampah?, sekarang bank sampah di Kota Denpasar bisa dihitung jari. Itu pun tidak semuanya masih aktif, kebanyakan gulung tikar. Makanya kami harus menunggu event seperti ini jika ingin menukarkan sampah plastik,” keluhnya.

Dia juga berharap pemerintah dapat membuat bank sampah lebih optimal. “Jika saja setiap banjar di Denpasar punya bank sampah dan diawasi langsung pemerintah, tentu kami tak harus pusing melihat sampah plastik menumpuk di pojokan rumah,” tandasnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia