Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Amelia Manika; Bukan Female DJ ‘Biasa’

05 Maret 2019, 14: 18: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Amelia Manika; Bukan Female DJ ‘Biasa’

TAK BIASA: Serius menekuni karir di dunia DJ. Menghasilkan beberapa karya. Dan memiliki kiprah yang moncer. Sosok DJ tak biasa. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Perkembangan Industri Elektronic Dance Music (EDM) berkembang pesat di Bali. Ini menjadi peluang besar bagi sosok perempuan muda bertalenta, Putu Amelia Manika Rabdi. Bagaimana tidak, dara muda cantik bukan sosok DJ “biasa” ikut turut ikut berkontribusi memberi warna baru dengan karya-karya musik sesuai skill serta kemampuannya.

Hal tersebut ia buktikan lewat dua karya teranyarnya yang bertajuk ‘Reach Out’ dan ‘Time’. Diakuinya, kedua karya musik tersebut sebagai bukti keseriusannya selama menggeluti profesi dunia DJ. Bahkan lebih dari pada itu, Amelia Manika yang sudah cukup lama mengenyam pengalaman panjang di tengah euforia ingar-bingar dunia hiburan malam sejak tahun 2015 silam ini juga bisa mematahkan stigma negatif sebagian masyarakat tentang peran seorang DJ perempuan. 

“Menyoal karya musik, jujur saja aku sudah menciptakan lima karya. Tiga musik bergenre EDM berjudul ‘Light Out’, ‘Automotic Motion’ dan ‘Vodka Berry’ sudah dirilis tahun 2018 lalu. Sementara, dua karya musik terbaru yang kuat dengan genre trap yang judulnya ‘Reach Out’ dan ‘Time’ ini adalah tanda keseriusan aku di awal tahun 2019 sekaligus juga bukti peran aku di industri musik dunia hiburan malam,” jelas Amelia Manika saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) Minggu sore kemarin (3/3). 

Dari masing-masing kedua karya-nya itu pun ada yang menarik. Dalam karyanya yang berjudul ‘Time’, Amelia Manika memberikan warna musik trap yang dilengkapi dengan lirik lagu. Dalam karya tersebut, Ia juga mengambil peran untuk bernyanyi. Sementara itu di karya musik berjudul ‘Reach Out’, wanita kelahiran Denpasar, 10 Oktober 1998 ini memilih untuk berkolaborasi dengan DJ ternama tanah air yaitu DJ Danu Cesar.

“Ya aku pikir sih, selama berkarya aku nggak mau nanggung-nanggung ya. Intinya aku mau mencoba memberikan yang terbaik kepada para penikmat musik EDM. Sehingga, beberapa karya ini aku kemas sesuai kemampuan dan selera aku. Makanya di dua karya terbaru ini aku melibatkan DJ luar untuk berkolaborasi dan juga tentu hal baru yang aku kemas lewat lirik lagu yang memang aku tulis sendiri,” tuturnya.

Wanita cantik yang juga eksis lewat duo group bentukannya bernama Syam yang juga diperani oleh adik kandungnya, Kadek Sania Anandita Rabdi ini menambahkan, bahwa dirinya memiliki rencana untuk coba melengkapi karya musiknya itu dengan video klip. Cara tersebut diakui Amelia untuk bisa lebih menyempurnakan karyanya sehingga bisa tembus bersaing di ranah nasional bahkan internasional.

“Untuk kedepannya sih masih direncanakan ya, mau dibuatkan juga video klipnya. Ya mudah-mudahan tercapailah ya. Karena biar kesannya lebih sempurna aja dan mungkin saja karya-karya ini bisa tembus di industri nasional dan internasional,” jelas dara seksi yang juga eksis di dunia foto model ini. 

Sementara itu, terkait seperti apa kesulitan atau tantangan yang dihadapi Amelia selama menggarap kedua karya teranyarnya, wanita muda pecinta hewan anjing ini mengatakan bahwa tidak cukup banyak kendalanya. Karena untuk musik-nya sendiri, Amelia  sudah cukup lama berpengalaman mempelajari teknik serta mengenal beragam genre musik EDM. Namun meski demikian, menyoal menciptakan karya yang lengkap dengan lirik lagu diakuinya cukup sulit. Apalagi ini kali pertama Amelia mengemas musik trap yang kemudian dipadukan dengan lirik lagu.

“Proses penggarapa dua karya musik ini memakan waktu p cukup lama. Kurang lebih selama 1 bulan. Apalagi ketika karya ‘Time’ yang lengkap dengan lirik lagunya. Mungkin tantangannya ya disitu. Karena memadukan tempo musik bergenre trap dan menempatkan liriknya yang susah,” imbuhnya. 

Amelia pun berharap, semoga beberapa karya yang ia ciptakan ini bisa diterima oleh para penikmat musik EDM di Bali. Dan juga tentu bisa dilirik pasar industri musik, sehingga peran para talent DJ lokal bisa ikut bersaing layaknya para seniman musik lainnya. “Jadi upaya promosi karya ini sudah mulai aku coba. Seperti melaui platform media sosial, youtube, spotyfi dan juga di radio-radio luar Bali. Ya, mudah-mudahan bisa diterima,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia