Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Female DJ Onanara; Tampil Seksi, Bukan Berarti ‘Murahan’

09 Maret 2019, 17: 03: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Female DJ Onanara; Tampil Seksi, Bukan Berarti ‘Murahan’

SEKSI: Sosok DJ cantik dan seksi ini menganggap penampilan dirinya yang seksi, bukan berarti dirinya murahan. Baginya itu bagian dari style. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, KUTA - Bicara musik EDM (Electronic Dance Music) belakangan sedang populer, tak lepas dari kehadiran DJ (Disc Jockey) sebagai peramu musiknya. Profesi itu pun kian diminati semua kalangan. Bahkan tak hanya kaum pria, akan tetapi kalangan perempuan turut ikut meramaikan pasar industri musik yang jadi perhatian party lovers di dunia panggung hiburan. Dan saat ini banyak perempuan yang mulai melirik profesi tersebut. 

Hadirnya female DJ ini menghadirkan cukup banyak pro dan kontra di tengah masyarakat. Banyak yang menilai bahwa kehadiran Female DJ ini hanya sekedar ikut tren tanpa memikirkan skill bermusik yang mumpuni. Belum lagi pandangan sebagian orang terhadap pekerjaan female DJ yang sangat lekat dengan dunia malam. 

Anggapan miring atau stigama negatif tersebut nyatanya sangat dirasakan oleh sosok talent muda cantik asal Bali, female DJ Onanara. Bagaimana tidak, dirinya yang memiliki cirikhas gaya berpenampilan seksi, sering dianggap murahan dan juga wanita gampangan. Anggapan tersebut, diakui perempuan kelahiran Denpasar, 16 Oktober 1993 ini sering dinilai oleh kebanyakan pria-pria hidung belang.


“Jadi gini aku tampil seksi itu sudah ciri khas style aku kan. Aku juga memamg suka berpenampilan seksi tapi yang seksi elegan, sesuai acara juga. Dan aku kalau show itu paling merhatiin yang namanya penampilan, mulai dari outfit, kostum, makeup dan lain sebagainya. Nah sekarang dari penampilan aku yang seperti itu, terkadang orang-orang mikir aku itu gampangan. Dikira aku bisa di BO (Booking Online, red) gitu,” jelasnya saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) Senin malam lalu (4/3).


Ia mengaku, kebanyakan kaum lelaki ini kerap merayu disetiap penampilannya, baik di club ataupun diskotik. Selain itu, paling sering juga, lanjut Onanara, dirinya dikejar-kejar rayuan dan godaan untuk diajak kencan via chating di media sosial. Bahkan dara cantik pemilik nama lengkap Ayu Dyah Nara Rukmini ini menuturkan jika pernah dirayu oleh salah satu pengusaha di Bali. “Ada sih pengusaha di bali. Jadi selesai show waktu itu, anak buahnya nyamperin aku minta kontak. Katanya bos dia pengen ngajak kencan. Ya aku merasa aneh saja. Karena intinya gini, female DJ atau pelaku intertaint yang punya kebiasaan berpenampilan sexy itu bukan berarti gampangan ya,” ungkapnya.


“Dan jujur saja, sampai sekarang dan sampai kapan pun aku ngak pernah mau tanggapi orang seperti itu. Mau dia pengusaha kaya sekalipun,” pungkasnya tegas. Terkait persoalan itu, perempuan lulusan Sarjana Hukum di Universitas Mahasaraswati ini pun mengungkapkan bahwa dirinya memiliki cara jitu agar tak dicap murahan dan sekadar DJ yang hanya bermodalkan tubuh seksi atau wajah menawan. Dan Onarana mengklaim, memiliki atitude yang baik serta fokus menghasilkan musik berkualitas merupakan cara jitu untuk terlepas dari imej tersebut.


Dan cara itu sekaligus alasan kenapa female DJ Onanara masih mampu bertahan selama 9 tahun menekuni profesi DJ. Apalagi, profesi itu menurut perempuan berusia 25 tahun ini, telah membawanya melanglang buana ke berbagai kota besar di tanah air. Meski stigma negatif tentang sensualitas dan ingar-bingar dunia malam lekat dengan kehidupan para female DJ, namun semangat Onanara tak pernah redup untuk terus mengasa kemampuannya.

“Iya untuk sekarang ini, aku lagi mendalami dan mempelajari beberapa genre musik EDM. Seperti salah satunya yaitu RNB musik. Tidak ketinggalan juga, teknik-teknik memainkan alat DJ lainnya. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, pandangan kebanyakan orang, khususnya kaum lelaki ini bisa lebih positif ya,” tutup Onanara.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia