Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Kunjungi Jembrana, Sandiaga “Disambut” Pendukung Jokowi

13 Maret 2019, 07: 58: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kunjungi Jembrana, Sandiaga “Disambut” Pendukung Jokowi

LAMBAIKAN TANGAN: Sandiaga Salahudin Uno melambaikan tangan kepada pendukungnya saat tiba di Makam Wali Pitu, di Kelurahan Loloan Barat kemarin. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPPRESS, JEMBRANA - Kedatangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno ke Kabupaten Jembrana, Selasa siang (12/3) mendapat apreasi yang beragam dari kalangan masyarakat di Kabupaten Jembrana. Selain mendapat sambutan hangat dari para pendukungnya, kehadiran Cawapres Sandiaga Uno ini juga disambut dengan yel-yel dukungan kepada paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Para pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin ini juga terlihat membentangkan sepanduk di sejumlah titik sambil meneriakkan yel-yel.

Tidak hanya itu, kunjungan mantan Wakil Gubenur DKI Jakarta ini mendapat perhatian keluarga wali pitu, KH S. Ali Bafaqih di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara. Makam Wali Pitu ini memang menjadi salah satu tujuan kunjungan Sandiaga ke Jembrana. Bahkan sehari sebelumnya, pihak keluarga diketahui memasang spanduk yang berisikan imbauan agar tidak mempolitisasi makam wali pitu tersebut. Selain tulisan “Kami mohon tolong makom orang tua kami jangan dijadikan ajang politik”, dalam spanduk yang terpasang digerbang masuk menuju makam itu, juga terpampang foto Sayid Salim bin Ali Bafaqih atau yang biasa disapa Habib Salim yang merupakan putra Alm. Sayid Ali Bin Umar Bafaqih ulama kharismatik Jembrana yang dimakamkan di sana.

Salah seorang keturunan KH. S. Ali Bafaqih lainnya yang mendampingi Sandiaga Uno siang kemarin, H. Didi Hadi Bin Ali Bafaqih mengaku  spanduk yang dipasang oleh adiknya itu bukan merupakan bentuk penolakan. “Maklum politik, saya tidak menyalahkan. Politik ini satu menit pun bisa berubah. Saya anggap biasa karena tidak memengaruhi persaudaraan. Dalam bersaudara baik-baik saja,” ujarnya.

Namun dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di lokasi pintu masuk makam, sesaat sebelum Sandi tiba di lokasi, spanduk tersebut tampak sudah terlipat. Usai berziarah ke makam Wali Pitu, Rombongan Sandiaga Uno menuju Masjid Besar Mujahidin untuk melakukan salat. Selesai salat, Sandi melanjutkan perjalanan ke Pengambengan dan ke Pantai Pebuahan, Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Di Pantai Pebuahan, Sandiaga Uno sempat bertemu dengan para pendukungnya yang sebagian besa adalah warga pesisir pantai Pebuahan yang rumahnya tergerus abrasi.

 Di hadapan warga, Sandiaga Uno merasa prihatin akan dampak abrasi yang sudah menghancurkan rumah warga. Dia menyebut, apabila ke depan ingin ada perubahan, Sandiaga Uno mengajak warga untuk memilihnya pada Pemilu 17 April mendatang. “Jangan saling menyalahkan, apalagi menyalahkan pemerintah sekarang. Ada kesempatan nanti pada 17 April kalau mau ada perubahan pilih nomor dua,” ujarnya.

Selain itu, Sandi juga mengapresiasi positif apa yang dilakukan oleh masyarakat Jembrana saat kedatanganya di Bumi Mekepung. Terkait progress pemenangan Pilpres, pihaknya mengaku masih berjuang. “Kami masih berusaha, masih berjuang. Bisa lihat sendiri tadi lewat, ada yang menyambut, ada yang mengelu-elukan, tapi semuanya bergembira, semuanya positif dan ini Kami kemas, Kami bingkai dalam satu rajutan tenun kebangsaan. Kami hargai perbedaan itu sebagai bagian dari demokrasi,” tandasnya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia