Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pembunuh Jukir di Jalan Kapten Regug Dituntut 20 Tahun

13 Maret 2019, 08: 04: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pembunuh Jukir di Jalan Kapten Regug Dituntut 20 Tahun

MENDENGARKAN: Terdakwa kasus pembunuhan jukir di Jalan Kapten Regug, I Wayan Siki, saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (12/3). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kasus pembunuhan juru parkir di Jalan Kapten Regug dengan terdakwanya, I Wayan Siki di Pengadilan Negeri Denpasar memasuki tahap penuntutan. Dalam sidang yang berlanjut di Ruang Sari pada Selasa kemarin (12/3), terdakwa yang berusia 52 tahun itu dituntut dengan hukuman selama 20 tahun.

Dalam amar tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja menyebutkan bahwa Siki terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap korban, Ketut Pasek Mas, 47. "Menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun kepada terdakwa, I Wayan Siki," ujar Jaksa Putu Oka saat membacakan amar tuntutan kedua di hadapan majelis hakim yang diketuai I GN Putra Atmaja.

Jaksa menyebutkan, perbuatan terdakwa itu sebagaimana dakwaan primer yang ancaman hukumannya sesuai Pasal 340 KUHP. Ditambah lagi dengan beberapa hal memberatkan posisi terdakwa. Yakni tidak adanya perdamaian dengan pihak keluarga korban.

"Hal yang meringankan, terdakwa menyerahkan diri ke Polisi setelah melakukan perbuatannya tersebut," ujar Jaksa Putu Oka saat menguraikan beberapa poin yang meringankan posisi terdakwa.

Mendengar tuntutan itu, pihak terdakwa melalui penasehat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Denpasar langsung menyatakan pledoi secara tertulis. "Kami mohon waktu satu minggu Yang Mulia untuk menyusun pledoi tertulis," ujar Novita Ananta Sari, salah satu penasehat hukum terdakwa. Rencana pihak terdakwa untuk mengajukan pembelaan secara lisan itu direspon langsung oleh jaksa yang menyatakan tetap pada tuntutannya.

Sekadar mengingat, peristiwa pembunuhan yang dilakukan Siki tersebut terjadi pada 26 September 2018, sekitar pukul 15.00, di halaman parkir TIKI, Jalan Kapten Regug Nomor 1.

Dalam surat dakwaan yang disampaikan di awal persidangan, terdakwa sejatinya jukir resmi dari Perusahaan Daerah (PD) Parkir. Sementara korban diterima terdakwa sebagai jukir sementara.

Tugas korban yakni menggantikan terdakwa bila berhalangan. Tapi dalam prosesnya, ternyata terjadi ketimpangan pembagian waktu bertugas antara korban dan terdakwa.

Sebelum peristiwa itu terjadi, pada pagi harinya sekitar pukul 08.00, terdakwa menerima SMS atau pesan singkat dari korban. Karena tidak bisa membaca, terdakwa meminta tolong kepada saksi, Daniel Adi Pe, yang kebetulan staf di TIKI.
Pesan yang dikirim korban kepada terdakwa menggunakan bahasa Bali. Bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, salah satu penggalan pesan singkat itu berbunyi, “Yang saya dengar mungkin dalam waktu dekat lahan parkir ini akan diambil alih pecalang.”

Oleh terdakwa, informasi yang disampaikan korban itu dianggapnya mengada-ada. Terdakwa juga menilai itu hanya siasat korban untuk mengambil laih sendiri lahan parkir tersebut. Usai mengetahui isi pesan singkat korban, sekitar pukul 11.00, terdakwa pergi ke tempat kosnya di Jalan Kalimutu untuk mengambil pisau sangkur. Tidak lama kemudian dia datang lagi ke lokasi kejadian sembari menunggu korban datang.

Sekitar pukul 14.00, korban tiba untuk bertugas. Saat itulah peristiwa berdarah itu terjadi. Korban didekati terdakwa sembari mencabut pisau sangkur yang semula diselipkan di pinggangnya. Pisau itu diayunkan ke perut korban.

Korban sendiri sempat menghindar. Tapi usahanya itu terhalang karena tangannya sudah dipegang terdakwa. Korban sendiri berulang kali ditusuk dengan pisau oleh terdakwa. Sesuai hasil visum et repertum, di tubuh korban ditemukan adanya beberapa luka tusukan. Namun yang paling fatal dan diduga menjadi penyebab kematian korban adalah luka tusukan pada bagian dada. Luka di bagian itu menembus menembus jantung, paru, dan hati.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia