Selasa, 16 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Dugaan Pelanggaran Kampanye Gubernur Koster Diregister

13 Maret 2019, 08: 36: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dugaan Pelanggaran Kampanye Gubernur Koster Diregister

Komisioner Bawaslu Bali Divisi Hukum, Data, dan Informasi, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Gubernur Wayan Koster akan bergulir ke tahap penyelidikan. Menyusul hasil rapat pleno Bawaslu Bali, yang sepakat menjadikan hasil investigasi itu sebagai temuan dan diregister.

Tidak hanya itu, hasil pleno itu juga sudah dibahas dalam rapat bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), yang terdiri dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dan Polda Bali. 

“Berdasarkan hasil pleno tersebut, secara musyawarah mufakat, kelima pimpinan Bawaslu Bali setuju untuk dijadikan temuan dan diregister,” ujar Komisioner Bawaslu Bali Divisi Hukum, Data, dan Informasi, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, saat dikonfirmasi pada Selasa (12/3) kemarin.

Dikatakan juga, pleno Bawaslu Bali itu sudah digelar pada Senin (11/3) lalu.

Sesuai ketentuan, sambung dia, setelah keputusan pleno dibahas bersama Sentra Gakumdu, proses berikutnya berlanjut pada tahap penyelidikan atau klarifikasi. Itupun dengan batas waktu selama 14 hari kerja sejak temuan tersebut diregister.

“Perlu dicatat juga. Yang diregister ini bukan laporan dari pelapor (Tim BPD Prabowo-Sandi Provinsi Bali). Tetapi hasil kerja tim investigasi yang telah melalui rapat pleno Bawaslu Bali. Dan diregister sebagai temuan Bawaslu Bali,” tegas mantan Ketua KPU Bali ini.

Dalam proses penyelidikan nanti, sambung dia, Bawaslu Bali akan didampingi Kejati Bali dan Polda Bali. Itu sesuai ketentuan Pasal 19 ayat (1) Peraturan Bawaslu Nomor 31 Tahun 2018 tentang Sentra Gakumdu.

Kemudian, dalam pasal yang sama pada ayat (3), pendampingan tersebut untuk melakukan identifikasi, verifikasi, dan konsultasi terhadap temuan atau laporan dugaan tindak pidana pemilu. “Ini masih dalam tahap awal. Semuanya masih dalam proses,” tukasnya lagi.

Jawaban yang sama dia lontarkan, saat disinggung kemungkinan pihak-pihak yang akan dimintai keterangan dalam proses penyelidikan ini. Termasuk apakah kemungkinan memanggil Gubernur Koster atau pihak lainnya.

“Itu tim (Bawaslu dan Sentra Gakumdu) yang menentukannya. Siapa-siapa saja yang akan dimintai keterangannya. Maaf saya tidak mau mendahului,” tegasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia