Jumat, 19 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Banyak Ogoh-Ogoh Dipajang di Pinggir Jalan, MMDP Minta Dipralina

13 Maret 2019, 20: 07: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Banyak Ogoh-Ogoh Dipajang di Pinggir Jalan, MMDP Minta Dipralina

MASIH UTUH: Ogoh-ogoh yang masih berada di pinggir jalan. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sepekan sudah berlalu malam pengrupukan untuk menyambut Nyepi tahun Caka 1941. Namun sejumlah ogoh-ogoh masih ditemukan secara utuh di beberapa Balai Banjar lantaran belum di-pralina.

Menyikapi hal itu, Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng mengeluarkan instruksi kepada seluruh desa pakraman di Buleleng untuk segera mem-pralina atau membakar ogoh-ogoh yang diarak saat pengrupukan Rabu (6/3) lalu. Instruksi itu dikeluarkan menyusul banyaknya ditemukan ogoh-ogoh yang belum dipralina.

Dikonfirmasi Rabu (13/3), Ketua MMDP Buleleng, Dewa Putu Budarsa menjelaskan ogoh-ogoh yang sudah diarak saat hari pengrupukan harus di-pralina. Sebab ogoh-ogoh merupakan simbol dari bhutakala, dan sudah sempat diperciki tirta sebelum diarak.

Budarsa menyebut jika ogoh-ogoh yang telah di-pasupati sebagai simbol bhutakala yang harus di­-pralina usai diarak.

“Coba dipikir, ogoh-ogoh itu sebelum diusung sudah dibuatkan banten, sudah diupacarai. Setelah diusung, ya harus di-pralina,” ujar Budarsa, saat ditemui di Singaraja, kemarin (13/3).

Budarsa mengklaim sudah menghimbau kepada seluruh Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) serta kelian desa pakraman, agar seluruh ogoh-ogoh di wilayhnya segera di-pralina. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan memberikan energi negatif di wilayah desa.

“Simbol bhutakala ini jika tidak di-somia, dibiarkan begitu saja, bisa dimasuki roh-roh jahat. Bayangkan dampak negatifnya bagi desa pakraman. Makanya ya wajib di-pralina, jadi mohon kesadarannya,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia