Minggu, 16 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Features

Dari Pelatihan Kebencanaan untuk Siswa Disabilitas di Bangli

14 Maret 2019, 08: 44: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dari Pelatihan Kebencanaan untuk Siswa Disabilitas di Bangli

GIRANG: Siswa SLBN 1 Bangli tampak menebar senyum ketika instruktur msmberikan materi tentang kebencanaan di sekolah mereka, Rabu (13/3). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Dengan kemampuan berbeda dibanding anak-anak normal, para siswa disabilitas nyatanya punya antusiasme dan semangat belajar tinggi. Termasuk saat mendapat pelatihan cara menghadapi bencana. Seperti apa?

Cuaca di Kota Bangli cukup terik, tapi nyatanya para siswa disabilitas (berkebutuhan khusus) dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bangli tetap antusias mendengar setiap arahan yang diberikan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli. Mereka terlihat semangat, meski sadar punya keterbatasan fisik yang masih membelenggu.

Duduk di halaman sekolah, tapi tidak ada yang mengeluh soal panas. Guratan ekspresi di wajah mereka tetap menyembul. Siswa-siswi itu menengadah, memperhatikan orang membawa pengeras suara berdiri di hadapan mereka.

Yang menarik, puluhan siswa SLB tetap bersedia melaksanakan instruksi dari instruktur. Sesekali mereka melempar senyum dengan para petugas dan guru. Mereka dipandu petugas dari BPBD Bangli dan guru SLB, selaku penerjemah yang menyuplai materi.

Ketika simulasi berlangsung, pelatih menunjukkan ekspresi penuh kesabaran, terutama saat memperagakan cara menyelamatkan korban bencana. Walhasil, wajah anak-anak tersebut merekah, diselingi tawa. Satu di antara mereka juga tampak cerewet, banyak pertanyaan.

Mereka diajari cara menyelamatkan diri saat gempa. Apalagi berada dalam gedung, tentu tingkat bahaya bagi siswa disabilitas sangat tinggi. Mereka diharapkan mampu menyelamatkan diri dengan mengikuti jalur-jalur evakuasi yang telah ada.

BPBD Bangli bekerja sama dengan SLBN 1 Bangli mengadakan pelatihan kebencanaan, Rabu (13/3) di halaman SLB. Para siswa dilatih untuk selalu siap ketika ada bencana seperti tanah longsor, gempa, maupun erupsi gunung api.

Kasi Kedaruratan BPBD Bangli, Ketut Agus Sutapa menjelaskan, pelatihan kebencanaan oleh BPBD Bangli sejatinya sudah dilakukan sejak 2018. "Tahun ini tahun kedua. Kami menyasar para siswa disabilitas agar mereka mampu mengevakuasi diri di tengah keterbatasan fisik. Karena kan disabilitas wajib kita perhatikan," ujar Sutapa.

Terkait itu, pelatihan memfokuskan pada pengetahuan tanda-tanda bencana, baik di rumah maupun di sekolah. Kata Agus, kaum disabilitas pasti merasakan tanda-tanda bencana, namun mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menyelamatkan diri.

"Seperti yang tunarungu, tunanetra, yang tunawicara dan sebagainya merasakan tanda terjadi bencana. Seperti getaran, apa yang harus dilakukan ketika masih ada dalam gedung sekolah," bebernya.

Di samping itu, Bangli merupakan wilayah terdekat dengan gunung api. Dua gunung yang masih aktif hingga kini seperti Gunung Batur dan Agung cukup menjadi alasan, kaum disabilitas tak bisa lepas dari ancaman bahaya bencana. Beberapa tahun lalu, saat Gunung Agung menggeliat, banyak warga, utamanya disabilitas masih kelimpungan. Oleh karena itu, BPBD Bangli menilai penyuluhan dan pelatihan kebencanaan sangat penting.

Serangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April mendatang, BPBD seluruh Indonesia akan menyelenggarakan pelatihan kebencanaan. BPBD Bangli khusus akan fokus pada pemberian materi kebencanaan, termasuk mengadakan simulasi menyasar kaum disabilitas. 

"Ada tiga poin penting, pertama kaum perempuan, kedua ibu hamil, dan ketiga disabilitas. Anak berkebutuhan khusus (disabilitas) mesti mendapat perhatian khusus," pungkas Agus.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia