Jumat, 19 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Tunggakan PHR Tabanan Capai Rp 800 Juta

14 Maret 2019, 09: 53: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tunggakan PHR Tabanan Capai Rp 800 Juta

Dewa Ayu Sri Budiarti, Kepala Bakeuda Tabanan (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Kendati Pemkab Tabanan sudah berupaya melakukan penagihan pajak, namun nyatanya masih saja ada hotel dan restoran yang belum melunasi kewajibannya hingga saat ini. Per 31 Desember 2018 lalu, Hotel dan Restoran di Tabanan meninggalkan piutang dengan jumlah Rp 818 juta. 

Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti didampingi Sekretaris Bakeuda Ni Wayan Sri Mariati mengungkapkan, jumlah tunggakan pajak hotel dan restoran (PHR) mencapai Rp 818 juta, dengan rincian pajak hotel sebesar Rp 258 juta dan pajak restoran sebesar Rp 560 juta. “Jumlah tunggakan itu tercatat dari tahun 2016. Sementara untuk 2018 saja tunggakan mencapai Rp 201 juta, dengan rincian Rp 86 juta pajak hotel dan Rp 115 juta pajak restoran,” paparnya saat ditemui Rabu (13/3) kemarin. 

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan beberapa hotel dan restoran masih menunggak pembayaran pajak. Diantaranya kondisi keuangan yang kurang bagus, ada hotel yang melakukan renovasi, bahkan ada juga hotel dan restoran yang beralih kepemilikan. “Untuk mengatasi hal itu, kami menyurati mereka, kecuali usaha yang sudah bangkrut, dan tidak masih ada di tempat. Tetapi piutangnya sudah terlanjur dicatat dan dibukukan,” lanjutnya.

Bahkan, kata dia, untuk membantu para wajib pajak itu, pihaknya memberikan kemudahan berupa tenggang waktu untuk menyelesaikan kewajibannya, agar bisa lunas di akhir tahun ini. “Kita masih berikan kemudahan, kalau mereka keberatan membayar sekaligus, kami juga ijinkan untuk cicil, supaya cepat selesai. Supaya akhir tahun bisa lunas,” sambung Budiarti.

Upaya lainya, juga dilakukan pemasangan typing system. Yakni berfungsi meningkatkan tingkat kepatuhan pembayaran pajak, dan mempercepat serta mempermudah proses layanan pajak, hingga mempermudah pengawasan dan pengendalian. “Typing system ini sistem pajak online yang terintegrasi. Mulai dari perekaman data transaksi penjualan, mengolah data menjadi pelaporan. Selanjutnya terintegrasi dengan center control, dan dengan pembayaran ke bank,” pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia