Selasa, 16 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ke Pedawa dan Tigawasa, Bupati Badung Bawa “Oleh-oleh” Bedah Rumah

14 Maret 2019, 21: 27: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ke Pedawa dan Tigawasa, Bupati Badung Bawa “Oleh-oleh” Bedah Rumah

KE BULELENG: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan bantuan bedah rumah secara simbolis kepada warga Tigawasa, Kamis (14/3) siang di wantilan Desa Tigawasa. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANJAR - Ratusan KK yang tinggal di rumah tak layak huni di Desa Tigawasa dan Pedawa, Kecamatan Banjar kini bisa tersenyum sumringah. Pasalnya Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menggelontorkan dana puluhan miliar untuk membedah ratusan unit rumah di dua desa tersebut.

Tercatat sebanyak 397 unit rumah tak layak huni yang ada di Desa Tigawasa dan Pedawa diberikan bantuan bedah rumah oleh Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta. Rinciannya di Desa Tigawasa mendapat bantuan sebanyak 263 unit rumah. Sedangkan di Desa pedawa mencapai 134 unit rumah. Total anggaran yang digelontorkan untuk bedah rumah ini mencapai Rp 20 miliar lebih.

Dana tersebut dianggarkan melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Giri Prasta, didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Kamis (14/3). 

Bupati Giri Prasta mengatakan masing-masing rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 50 juta tanpa dipotong pajak. Dana tersebut bersumber dari Pajak Hotel dan Restaurant (PHR) Badung. Melalui dana tersebut, warga dapat membangun rumah dengan fasilitas dua kamar tidur, satu ruang tamu, dapur, dan kamar mandi, melalui sistem gotong royong. 

"Program ini akan berlanjut terus. Ini memang komitmen Kabupaten Badung, sesuai pola kami yang dilakukan di Badung yakni Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Jadi Badung untuk Bali," ujar Giri Prasta saat memberikan sambutan di Desa Tigawasa, Kamis siang. 

Bupati Giri menambahkan dipilihnya Desa Tigawasa dan Pedawa sebagai desa pertama menerima bantuan dikarenakan kedua desa tersebut dinilai memiliki potensi pariwisata yang baik. Bahkan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, sebut Giri Prasta, wisatawan akan banyak mencari pariwisata berbasis alam, seperti yang dimiliki oleh Desa Tigawasa dan Pedawa.

Menurutnya, untuk mempersiapkan Tigawasa dan Pedawa sebagai Desa Wisata, meski ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Seperti halnya kediaman milik warga di desa setempat. Sehingga ketika datang wisatawan ke desa tersebut, mereka bisa menginap di rumah milik warga.

"Jadi kami ikuti program presiden, membangun Indonesia dari pinggiran. Untuk itu kami juga ingin membangun Bali dari pinggiran. Rumah-rumah yang tidak layak huni di pinggiran ini biar tuntas dulu. Karangasem juga nanti akan kami sasar, diawali di daerah Munti Gunung. Bangli juga diawali dengan Batur khsusunya Songan Balik Bukit," terangnya.  

Ia pun berpesan kepada aparat desa setempat untuk melakukan pengawasan kepada warga penerima bantuan. Dengan harapan agar bantuan yang diberikan tidak disalahgunakan. Sehingga dipastikan benar-benar dipergunakan untuk membangun rumah.

"Bantuan harus dipakai buat rumah ya, tidak boleh dipakai metajen. Jangan sampai ada uang ribut. Atau jangan sampai ada uang malah kena hukum. Senin depan, dana untuk bedah rumah akan ditransfer," ucapnya di hadapan masyarakat. 

Sementara Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana tidak menampik, jumlah rumah yang belum mendapatkan bantuan bedah rumah di Buleleng mencapai 6.000 unit. Untuk itu dirinya akan berusaha mengatasi perosalan ini dengan membaginya melalui CSR perusahaan, dari pemerintah pusat, provinsi dalam jangka panjang.

"Bila Bupati Badung ingin desa ini menjadi kawasan pariwisata yang terintegritas, tidak rugi Bupati Badung mapunia di sini, karena dana itu  akan digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat," tutupnya. 

Di sisi lain Made Punayasa, 40 selaku warga penerima bantuan mengaku sangat berterimakasih dan terbantu dengan adanya program BKK Kabupaten Badung. Pasalnya dirinya sudah lima tahun ini, mengaku tinggal di rumah yang tidqk memiliki wc, dan hanya berdinding bedeg.

"Kami beruntung dan berterima kasih dibantu bedah rumah. Selama ini saya tinggal di rumah tak layak huni. Astungkara nanti pembangunan rumahnya bisa segera dilakukan secara swadaya,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia